Arthur Fery kini menjadi satu-satunya petenis Britania yang masih bertahan di nomor tunggal Wimbledon setelah melaju ke putaran ketiga lewat kemenangan bangkit dari ketertinggalan atas Otto Virtanen. Petenis wildcard berusia 23 tahun itu mengalahkan wakil Finlandia tersebut 5-7, 7-6 (7-3), 6-3, 6-3 dan akan menghadapi Zizou Bergs dari Belgia pada laga berikutnya.
Laju Fery menonjol di tengah kampanye yang berat bagi para pemain tuan rumah. Hanya empat petenis Britania yang mencapai putaran kedua, dan 15 tersingkir di putaran pertama, jumlah keluarnya petenis Britania pada putaran awal Wimbledon yang terbesar sejak 1988. Fery juga sempat bangkit dari ketertinggalan pada laga pembuka melawan Damir Dzumhur, sehingga progresnya menjadi salah satu sedikit titik terang bagi kontingen tuan rumah.
Di sisi lain, kembalinya Katie Swan ke undian utama berakhir saat melawan Madison Keys, yang menang 6-1, 6-4. Jacob Fearnley dikalahkan 6-4, 7-6 (7-3), 6-4 oleh Jaume Munar, dengan servis Munar dan banyaknya kesalahan Fearnley menjadi faktor yang merugikan. Jan Choinski sempat merebut set pertama dari Frances Tiafoe, tetapi tak mampu menjaga tekanan dan kalah 4-6, 6-2, 7-5, 6-2.
Pertanyaan yang lebih luas bagi tenis Britania adalah apakah terobosan Fery bisa menjadi lebih dari sekadar kisah satu pemain. Laga berikutnya akan menguji sejauh mana wildcard itu bisa membawa narasi tuan rumah setelah pekan yang membuat sebagian besar harapan tunggal Britania gugur lebih awal.


Diskusi
Masuk untuk bergabung dalam diskusi.
Masuk / Daftar