Jude Bellingham kian dipandang sebagai salah satu pemimpin Inggris setelah rangkaian penampilan di Piala Dunia yang membuatnya mencetak empat gol dalam lima pertandingan dan memberi kontribusi penting di kedua sisi permainan.
Fitur The Guardian menyoroti laga babak 16 besar melawan Meksiko di Estadio Azteca sebagai titik penting dalam perubahan persepsi itu: dua gol, sebuah intervensi defensif besar untuk menggagalkan César Montes, dan kesan bahwa ia justru merangkul tekanan ketimbang menghindarinya.
Hal itu penting karena perjalanan Bellingham bersama Inggris tidak selalu mulus. Tulisan yang sama mengingat kembali Euro 2024, ketika ia menghasilkan momen besar melawan Serbia dan Slovakia, tetapi juga menuai sorotan karena frustrasi dan inkonsistensi. Gambaran turnamen saat ini disajikan sebagai sesuatu yang lebih lengkap: bukan hanya penentu hasil, melainkan pemain yang ikut melakukan tekel, mendorong serangan, dan memengaruhi rekan setim.
Bagi editor, sudut terkuatnya bukan bahwa Bellingham tiba-tiba mengubah kepribadian, melainkan bahwa Inggris tampaknya menemukan cara yang lebih tepat untuk memanfaatkan intensitasnya. Dengan Thomas Tuchel kini menempatkannya sebagai No 10 yang jelas, pertanyaannya adalah apakah kekuatan karakter Bellingham bisa menjadi keuntungan jangka panjang bagi tim, bukan sumber ketegangan.


Diskusi
Masuk untuk bergabung dalam diskusi.
Masuk / Daftar