Dan Evans mengakhiri Wimbledon dengan kekalahan 6-2, 6-4 di nomor ganda putra bersama Henry Searle dari Hugo Nys dan Edouard Roger-Vasselin. BBC menyebut pertandingan itu sebagai penampilan penutup dalam karier bermain pria Inggris berusia 36 tahun tersebut, meski editor mungkin perlu memverifikasi status pensiun resminya sebelum dipublikasikan.
Perpisahan Evans terasa lebih berat karena datang setelah ia tidak mendapat wildcard tunggal putra. Ia mengatakan kepada BBC bahwa keputusan itu sulit dipahami dan tidak menghormatinya, sambil mengakui bahwa sikapnya yang blak-blakan memang tidak selalu nyaman bagi otoritas tenis.
Catatan kariernya mencakup peringkat tertinggi dunia nomor 21 pada 2023, dua gelar ATP Tour, dan masa panjang mewakili Britania Raya di Davis Cup. Evans juga menyebut bermain bersama Andy Murray di Olimpiade Paris 2024 sebagai salah satu momen favoritnya, meski pilihan itu berdampak pada posisi peringkatnya sendiri.
Artikel itu juga menyinggung bagian sulit dari masa lalu Evans: hukuman larangan bermain selama satu tahun pada 2017 setelah dinyatakan positif mengonsumsi kokain, yang ia sebut sebagai kesalahan besar yang ia sesali. Ungkapan penghormatan setelah pertandingan dari para penggemar dan tokoh termasuk Murray, Jack Draper, dan Tim Henman menunjukkan betapa banyak orang di tenis Britania masih terhubung dengan daya juang dan kepribadiannya.


Diskusi
Masuk untuk bergabung dalam diskusi.
Masuk / Daftar