World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupNetherlands 11 MoroccoFTWorld CupGermany 11 ParaguayFTWorld CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupNetherlands 11 MoroccoFTWorld CupGermany 11 ParaguayFT
Kembali ke berita
Rugby

Di balik pencarian rugby Inggris akan keuntungan kecil lewat teknologi

Pemimpin inovasi England Rugby, Duncan Locke, menilai berbagai alat seperti kacamata strobe, masker hipoksia, drone, dan sensor untuk mendukung persiapan pemain, sambil menegaskan bahwa teknologi hanyalah pelengkap bagi kepelatihan dan kerja keras.

Di balik pencarian rugby Inggris akan keuntungan kecil lewat teknologi
Kredit gambar: bbc.co.uk

England Rugby memakai beragam teknologi latihan di bawah Duncan Locke, kepala layanan performa dan inovasi, untuk mendukung persiapan menghadapi laga-laga level tertinggi. Contoh terbaru mencakup kacamata strobe untuk latihan bola udara, kerja simulasi ketinggian, serta alat pelacakan canggih dalam sesi latihan.

Di saat yang sama, Locke memandang pendekatan ini sebagai upaya mencari keuntungan kecil yang masuk akal, bukan pengganti dasar-dasar permainan. Ia menilai teknologi harus membantu pelatih menjawab pertanyaan performa yang konkret, dengan mempertimbangkan riset, biaya, dan dampak nyatanya bagi pemain.

Menjelang pertandingan berikutnya, Inggris juga berupaya menyesuaikan diri dengan tantangan spesifik. Mereka dijadwalkan menghadapi Afrika Selatan di Ellis Park, Johannesburg, yang berada di ketinggian 1.724 meter, sehingga tim menggunakan masker hipoksia dalam sesi sepeda statis intensif untuk meniru kondisi di atas 3.000 meter.

Selain itu, Inggris memanfaatkan drone untuk merekam latihan dari sudut pandang yang lebih luas, computer vision untuk mengenali dan mengikuti pemain secara otomatis, serta EMG nirkabel dan pelacakan anggota tubuh di tepi lapangan lewat iPad untuk memantau pemulihan otot dan ketidakseimbangan teknik lari. Beberapa teknologi lain tidak dibuka ke publik agar keunggulan kompetitif tetap terjaga.

Locke juga melihat inspirasi dari dunia olahraga dan industri lain, termasuk cara tim-tim NFL melatih pengambilan keputusan melalui tayangan dari sudut pandang pemain. Bagi Inggris, inti pendekatannya tetap sama: teknologi dipakai untuk mendukung keputusan staf pelatih dan membantu pemain bekerja lebih efektif, bukan untuk menggantikan proses latihan itu sendiri.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Libbok jadi starter Springboks di posisi fly-half melawan Inggris
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Carys Phillips akan mencatat tonggak sejarah Barbarians bersama ayahnya, Rowland
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Trailfinders menerima peran underdog menjelang final PWR pertama mereka
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Philip Doyle, pelatih Irlandia Women peraih Grand Slam, meninggal pada usia 61 tahun
    Redaksi1 mnt