World CupEcuador -- Germany20:00World CupCuraçao -- Ivory Coast20:00World CupTunisia -- Netherlands23:00World CupJapan -- Sweden23:00World CupParaguay -- Australia02:00World CupTürkiye -- USA02:00World CupSenegal -- Iraq19:00World CupNorway -- France19:00World CupCape Verde Islands -- Saudi Arabia00:00World CupUruguay -- Spain00:00World CupNew Zealand -- Belgium03:00World CupEgypt -- Iran03:00World CupCroatia -- Ghana21:00World CupPanama -- England21:00World CupEcuador -- Germany20:00World CupCuraçao -- Ivory Coast20:00World CupTunisia -- Netherlands23:00World CupJapan -- Sweden23:00World CupParaguay -- Australia02:00World CupTürkiye -- USA02:00World CupSenegal -- Iraq19:00World CupNorway -- France19:00World CupCape Verde Islands -- Saudi Arabia00:00World CupUruguay -- Spain00:00World CupNew Zealand -- Belgium03:00World CupEgypt -- Iran03:00World CupCroatia -- Ghana21:00World CupPanama -- England21:00
Kembali ke berita
Sepak Bola

Keputusan Hong soal Son membuat Korea Selatan menunggu nasib di Piala Dunia

Korea Selatan kalah 1-0 dari Afrika Selatan setelah Son Heung-min tidak masuk susunan pemain inti, sehingga tim Hong Myung-Bo bergantung pada hasil grup lain untuk memastikan lolos atau tidak.

Keputusan Hong soal Son membuat Korea Selatan menunggu nasib di Piala Dunia
Kredit gambar: espn.com

Korea Selatan belum tersingkir dari Piala Dunia, tetapi kekalahan 1-0 dari Afrika Selatan membuat posisi mereka di fase gugur masih belum pasti. Keputusan pelatih Hong Myung-Bo untuk memulai laga tanpa kapten Son Heung-min menjadi sorotan utama setelah Afrika Selatan naik ke posisi kedua di Grup A dan memastikan langkah mereka ke babak gugur.

Menurut laporan sumber, ini adalah kali pertama sejak 2010 Son tidak memulai laga Piala Dunia. Gagasan Hong adalah menurunkannya belakangan saat Afrika Selatan diperkirakan mulai memberi lebih banyak ruang, tetapi rencana itu tidak menghasilkan hasil yang dibutuhkan.

Hong kemudian mengakui tanggung jawabnya dan menyatakan bahwa, dengan melihat ke belakang, ia mungkin akan mengambil keputusan yang berbeda. Media Korea Selatan menyoroti keras pemilihan pemain itu, dengan kritik tertuju pada hasil pertandingan dan susunan tim yang dirombak.

Bagi Korea Selatan, persoalan langsung sekarang adalah hitung-hitungan turnamen, bukan lagi perdebatan taktik: mereka harus menunggu hingga seluruh fase grup selesai untuk mengetahui apakah bisa lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Untuk editor dan penggemar, pertanyaan yang lebih besar adalah apakah mencadangkan seorang kapten dalam laga penentuan bisa dibenarkan ketika ruang untuk salah langkah sangat kecil.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Stadion Piala Dunia 2026 mana yang paling menonjol sejauh ini?
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Tuchel minta sabar dengan Saka saat Inggris menimbang rotasi lawan Panama
    Redaksi2 mnt
    Berita
    Gambaran fase gugur Piala Dunia 2026: tim yang sudah pasti lolos dan jalur yang masih berubah
    Redaksi2 mnt
    Berita
    Vinícius Júnior memimpin pernyataan tegas Brasil di Miami melawan Skotlandia
    Redaksi1 mnt