World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupParaguay 01 FranceFTWorld CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTWorld CupColombia 10 GhanaFTWorld CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupParaguay 01 FranceFTWorld CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTWorld CupColombia 10 GhanaFT
Kembali ke berita
Rugby

Perjalanan Inggris makin berat setelah kekalahan telak dari Afrika Selatan

Inggris kalah 45-21 dari Afrika Selatan di Johannesburg, memperpanjang rentetan kekalahan mereka menjadi lima laga setelah awal pertandingan yang merugikan dan masalah disiplin di akhir laga.

Perjalanan Inggris makin berat setelah kekalahan telak dari Afrika Selatan
Kredit gambar: bbc.co.uk

Inggris kalah 45-21 dari Afrika Selatan di Johannesburg, dengan Springboks mengambil kendali lewat tiga try dalam 11 menit pertama. Hasil ini membuat tim asuhan Steve Borthwick berada dalam rentetan lima kekalahan beruntun dan di bawah tekanan untuk segera merespons.

Start cepat Afrika Selatan menentukan arah pertandingan, dengan Thomas du Toit, Cheslin Kolbe, dan Kurt-Lee Arendse sama-sama mencetak try lebih awal. Inggris sempat menemukan jalan kembali sebelum turun minum lewat dorongan tenaga pemain depan dan keberanian menyerang, termasuk try yang melibatkan Ellis Genge, George Martin, dan Alex Coles, tetapi momentum itu tidak bertahan.

Disiplin sekali lagi menjadi masalah besar bagi Inggris. Mereka kebobolan 13 penalti, sementara Tommy Freeman dan Guy Pepper sama-sama mendapat kartu kuning di akhir laga, membuat tim tamu bermain dengan 13 orang pada menit-menit terakhir di ketinggian.

Kekalahan ini datang saat melawan salah satu tim terkuat di rugby, tetapi kekhawatiran yang lebih besar adalah pola kekalahan dan kesalahan Inggris. Laga-laga berikutnya melawan Fiji dan Argentina kini memiliki arti tambahan saat tim Borthwick mencoba menghentikan penurunan performa.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Wales membuka Nations Championship dengan kemenangan efisien atas Fiji
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Skotlandia menundukkan Argentina 47-38 dalam laga pembuka Nations Championship yang sarat poin
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Selandia Baru menundukkan Prancis 34-32 dalam awal dramatis Nations Championship
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Stormers kalahkan Cardiff untuk memastikan semifinal URC melawan Leinster
    Redaksi1 mnt