World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupNetherlands 11 MoroccoFTWorld CupGermany 11 ParaguayFTWorld CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupNetherlands 11 MoroccoFTWorld CupGermany 11 ParaguayFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Brasil lolos ke 16 besar setelah Martinelli memastikan kemenangan dramatis atas Jepang

Brasil bangkit untuk mengalahkan Jepang 2-1, dengan Casemiro menyamakan kedudukan setelah jeda dan Gabriel Martinelli mencetak gol penentu pada masa tambahan waktu. Perubahan taktik Carlo Ancelotti di babak kedua, termasuk masuknya Endrick dan pergeseran bentuk permainan, mengubah jalannya laga setelah Jepang sempat unggul lewat Kaishu Sano.

Brasil lolos ke 16 besar setelah Martinelli memastikan kemenangan dramatis atas Jepang
Kredit gambar: theguardian.com

Brasil melaju ke 16 besar Piala Dunia setelah menang 2-1 atas Jepang lewat comeback yang dituntaskan oleh gol Gabriel Martinelli di masa tambahan waktu. Jepang unggul lebih dulu saat jeda melalui Kaishu Sano, tetapi sundulan Casemiro dan penyelesaian akhir Martinelli di menit-menit terakhir memadamkan harapan mereka meraih kemenangan pertama di fase gugur turnamen ini.

Laga berubah setelah Carlo Ancelotti melakukan penyesuaian saat turun minum, dengan memasukkan Endrick dan beralih ke formasi 4-2-3-1. Brasil menjadi lebih langsung, lebih sering menekan ke area penalti, dan memaksa Jepang lebih banyak bertahan pada babak kedua ketimbang keluar menyerang dengan kelancaran seperti yang mereka tunjukkan sebelum jeda.

Rencana Jepang di babak pertama berjalan disiplin dan efektif. Takehiro Tomiyasu dan Ritsu Doan membantu membatasi pengaruh Vinícius Júnior di sisi kiri Brasil, sementara tembakan rendah Sano dari luar kotak penalti memberi tim Hajime Moriyasu keunggulan yang layak. Meski kalah, penampilan mereka tetap menegaskan kemajuan Jepang, terutama karena laporan ini menyebut mereka kehilangan tiga pemain kreatif penting akibat cedera.

Brasil kini akan menghadapi pemenang laga Côte d’Ivoire melawan Norway, tetapi cara kemenangan ini tetap menyisakan pertanyaan yang akrab. Kualitas serangan mereka memang mengubah pertandingan ketika momentum berbalik, namun babak pertama memperlihatkan masalah pada tempo, komposisi usia, dan kendali lini tengah yang bisa dihukum lawan yang lebih kuat.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Sutton menjagokan Prancis sebagai ancaman utama dalam prediksi 32 besar Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Hubungan Bellingham-Kane memberi Inggris jalan keluar dari frustrasi serangan
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Inggris melaju, Kane dan Bellingham kembali menentukan, tetapi Tuchel masih punya masalah yang harus diselesaikan
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Pencarian pengganti Clarke menyorot cara pandang SFA terhadap masa depan Skotlandia
    Redaksi2 mnt