World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico 20 EcuadorFTWorld CupFrance 30 SwedenFTWorld CupIvory Coast 12 NorwayFTWorld CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico 20 EcuadorFTWorld CupFrance 30 SwedenFTWorld CupIvory Coast 12 NorwayFT
Kembali ke berita
esports

Kebiasaan memakai tangan non-dominan jadi perhatian sebagai tantangan otak sederhana, bukan obat demensia

Seorang peneliti yang didanai NIH menyarankan memakai tangan non-dominan untuk tugas rutin seperti menyikat gigi agar memberi unsur baru dan usaha mental, sambil menegaskan bahwa itu bukan cara yang terbukti mencegah demensia.

Kebiasaan memakai tangan non-dominan jadi perhatian sebagai tantangan otak sederhana, bukan obat demensia
Kredit gambar: dexerto.com

Neal K. Shah, yang dalam sumber disebut sebagai peneliti utama yang didanai NIH, mendorong orang untuk mencoba menyikat gigi dengan tangan non-dominan sebagai cara kecil untuk membuat otak bekerja lebih keras. Catatan pentingnya jelas: artikel ini menegaskan bahwa kebiasaan tersebut belum terbukti mencegah demensia atau penyakit Alzheimer.

Gagasannya adalah bahwa tugas yang biasa dilakukan akan terasa kurang otomatis jika dikerjakan dengan tangan yang berlawanan, sehingga membutuhkan perhatian, koordinasi, dan perencanaan yang lebih besar. Sumber mengaitkan unsur kebaruan seperti ini dengan konsep neuroplastisitas dan cadangan kognitif, tetapi tidak menyebut studi tinjauan sejawat yang membuktikan bahwa kebiasaan itu menurunkan risiko demensia.

Artikel itu juga menyinggung angka dari CDC yang menyatakan sekitar satu dari 10 orang dewasa berusia 45 tahun ke atas melaporkan memburuknya kehilangan memori atau penurunan kognitif. Konteks itu menjelaskan mengapa rutinitas sederhana untuk kesehatan otak menarik perhatian, terutama ketika dibagikan lewat unggahan media sosial viral.

Bagi editor dan pembaca, cara paling kuat untuk membingkainya adalah sebagai tantangan mental berisiko rendah, bukan klaim pencegahan medis. Sumber menyebut para ahli tetap merekomendasikan perpaduan yang lebih luas antara stimulasi mental, aktivitas fisik, koneksi sosial, dan kebiasaan gaya hidup sehat untuk kesehatan otak jangka panjang.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    WinRAR 7.23 hadir saat aplikasi itu bercanda bahwa pengguna akhirnya membayar
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Peringatan soal pesta di panti jompo Grandama Droniak disebut sudah diselesaikan
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Pompompurin memimpin Peringkat Karakter Sanrio 2026 saat Hello Kitty finis kelima
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Laporan pembatalan penerbangan Uruguay memunculkan tanda tanya usai tersingkir dari Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Gunakan tangan non-dominan: tantangan otak sederhana, bukan obat demensia | ScoreGale