World CupPortugal -- Uzbekistan17:00World CupEngland -- Ghana20:00World CupPanama -- Croatia23:00World CupColombia -- Congo DR02:00World CupSwitzerland -- Canada19:00World CupBosnia & Herzegovina -- Qatar19:00World CupMorocco -- Haiti22:00World CupScotland -- Brazil22:00World CupCzechia -- Mexico01:00World CupSouth Africa -- South Korea01:00World CupCuraçao -- Ivory Coast20:00World CupEcuador -- Germany20:00World CupTunisia -- Netherlands23:00World CupJapan -- Sweden23:00World CupPortugal -- Uzbekistan17:00World CupEngland -- Ghana20:00World CupPanama -- Croatia23:00World CupColombia -- Congo DR02:00World CupSwitzerland -- Canada19:00World CupBosnia & Herzegovina -- Qatar19:00World CupMorocco -- Haiti22:00World CupScotland -- Brazil22:00World CupCzechia -- Mexico01:00World CupSouth Africa -- South Korea01:00World CupCuraçao -- Ivory Coast20:00World CupEcuador -- Germany20:00World CupTunisia -- Netherlands23:00World CupJapan -- Sweden23:00
Kembali ke berita
Sepak Bola

FA membiarkan pemain Inggris memutuskan soal jabat tangan dengan Partey jelang laga kontra Ghana

Pemain Inggris akan menentukan sendiri apakah mereka berjabat tangan dengan Thomas Partey sebelum menghadapi Ghana, sementara gelandang itu tetap tersedia di Amerika Serikat di tengah perkara hukum yang ia bantah.

FA membiarkan pemain Inggris memutuskan soal jabat tangan dengan Partey jelang laga kontra Ghana
Kredit gambar: theguardian.com

Asosiasi Sepak Bola Inggris belum menetapkan kebijakan publik soal apakah pemain Inggris harus berjabat tangan dengan Thomas Partey sebelum laga Piala Dunia pada Selasa melawan Ghana. Keputusan itu dibiarkan berada di tangan masing-masing pemain dalam seremoni pra-pertandingan yang biasa dilakukan.

Partey, yang pernah bermain bersama Declan Rice dan Bukayo Saka di Arsenal, tersedia untuk laga di Boston setelah mendapat visa Amerika Serikat. Ia melewatkan pertandingan pembuka Ghana melawan Panama karena otoritas Kanada menolak masuknya untuk laga di Toronto.

Gelandang itu dijadwalkan menjalani sidang tahun depan di Southwark crown court setelah didakwa dengan beberapa dakwaan pemerkosaan dan pelecehan seksual. Ia membantah seluruh dakwaan, dan tim hukumnya mengatakan ia ingin kesempatan untuk membersihkan namanya.

Pelatih kepala Ghana, Carlos Queiroz, berpendapat bahwa Partey harus diperlakukan sebagai tidak bersalah sampai terbukti bersalah. Situasi ini juga memunculkan sorotan atas kegagalan Ghana dalam mengajukan keberatan atas penolakan visa dari Kanada, setelah pengadilan menemukan bahwa permohonan Partey menjawab negatif untuk pertanyaan tentang riwayat penangkapan atau dakwaan sebelumnya.

Bagi Inggris, persoalan langsung bukan soal pemilihan pemain, melainkan protokol: apakah jabat tangan standar harus dianggap sekadar rutinitas netral atau sebagai momen yang mungkin sulit diikuti oleh sebagian pemain. Setiap pemberitaan draf sebaiknya tetap berhati-hati karena proses pidana masih berlangsung.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Aljazair menang 2-1 atas Yordania, A. Gouiri mencetak gol penentu pada menit ke-82
    Redaksi SCOREGALE1 mnt
    Berita
    Keterlibatan Salah membantu Mesir melewati Selandia Baru dalam laporan kemenangan perdana di Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Tuchel mempertanyakan jeda hidrasi Piala Dunia jelang laga Inggris kontra Ghana
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Bagaimana Prancis dan Irak menghadapi jeda badai dua jam di Philadelphia
    Redaksi1 mnt