World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico 20 EcuadorFTWorld CupFrance 30 SwedenFTWorld CupIvory Coast 12 NorwayFTWorld CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico 20 EcuadorFTWorld CupFrance 30 SwedenFTWorld CupIvory Coast 12 NorwayFT
Kembali ke berita
formula1

Piastri mempertanyakan pembatalan penalti Gasly setelah kesalahan pit lane di Monaco

Oscar Piastri mengkritik keputusan untuk menghapus penalti kecepatan pit lane Pierre Gasly di Monaco setelah pejabat menemukan ketidaksesuaian pengukuran yang memengaruhi beberapa pebalap.

Piastri mempertanyakan pembatalan penalti Gasly setelah kesalahan pit lane di Monaco
Kredit gambar: bbc.co.uk

Oscar Piastri mengatakan ia bingung dengan keputusan untuk membatalkan penalti Pierre Gasly di Grand Prix Monaco, setelah kesalahan pengukuran pit lane membuat beberapa pebalap dijatuhi hukuman secara keliru. Gasly dipulihkan ke posisi ketiga setelah Alpine mengajukan peninjauan, sehingga mengubah susunan akhir balapan.

Temuan para steward menyebut pit lane telah diukur dengan cara yang membuat perhitungan kecepatan berbasis waktu menjadi tidak andal, sehingga para pebalap ditandai melampaui batas 60 km/jam meski ada masalah pada pengukurannya sendiri. Gasly, Piastri, George Russell, Lewis Hamilton, dan Franco Colapinto termasuk di antara mereka yang dijatuhi penalti selama balapan.

Kontroversi ini makin tajam karena sebagian pebalap sudah menjalani penalti sebelum hukuman Gasly dihapus. Balapan Russell sangat terdampak oleh penalti drive-through, sementara Piastri kehilangan posisi saat menjalani hukumannya; dampak untuk Hamilton terbatas karena Ferrari menjalankan penalti itu saat periode safety car.

Mercedes, Red Bull, dan McLaren telah mengisyaratkan kemungkinan menantang keputusan Gasly, sementara FIA mengakui adanya ketidaksesuaian dan mengatakan akan ada perbaikan. Kasus ini kini menimbulkan pertanyaan tata kelola yang lebih luas di Formula 1: jika sebuah penalti di lintasan kemudian terbukti bermasalah, bagaimana pejabat seharusnya memperbaiki hasil tanpa menciptakan ketidakadilan bagi pihak lain?

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Williams FW25 yang dipulihkan siap kembali berlaga setelah 23 tahun
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Episode Chequered Flag menyoroti dampak Hamilton di Ferrari
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Terobosan Ferrari Hamilton mengubah balapan Barcelona setelah drama VSC di akhir lomba
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Pole Russell di GP Austria memunculkan pertanyaan baru soal penilaian bendera kuning
    Redaksi2 mnt