World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00Super LeagueYunnan Yukun 21 Henan JianyeFTWorld CupSwitzerland 20 AlgeriaFTWorld CupPortugal 21 CroatiaFTWorld CupSpain 30 AustriaFTWorld CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFTWorld CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00Super LeagueYunnan Yukun 21 Henan JianyeFTWorld CupSwitzerland 20 AlgeriaFTWorld CupPortugal 21 CroatiaFTWorld CupSpain 30 AustriaFTWorld CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFT
Kembali ke berita
esports

Perdebatan pelestarian game menguat saat PlayStation makin menjauh dari cakram

Frank Cifaldi dari Video Game History Foundation mengatakan pasar gim yang makin digital-only bisa meninggalkan museum dan arsip dengan sedikit opsi pelestarian yang praktis, kecuali ada jalur hukum yang lebih jelas.

Perdebatan pelestarian game menguat saat PlayStation makin menjauh dari cakram
Kredit gambar: dexerto.com

Frank Cifaldi, direktur Video Game History Foundation, memperingatkan bahwa pembajakan bisa menjadi satu-satunya cara yang praktis untuk melestarikan sebagian game jika industri tidak menyediakan alternatif yang sah bagi arsip dan museum. Peringatan itu muncul setelah laporan rencana PlayStation untuk menghentikan cakram fisik bagi rilis baru pada 2028 dan menutup toko digital lama.

Kekhawatirannya bukan hanya soal kolektor yang kehilangan akses ke game dalam kemasan. VGHF berpendapat bahwa cakram hanyalah solusi yang tidak lengkap karena banyak game modern tidak pernah dirilis secara fisik, sementara yang lain bergantung pada pembaruan digital yang tidak tersimpan di dalam cakram saja.

Sebelumnya, yayasan ini menyatakan bahwa 87% game klasik tidak lagi tersedia secara aktif, dan menyebut banyak judul lama berisiko menghilang dari akses legal. Mereka juga mendorong reformasi agar lembaga budaya bisa melestarikan karya yang hanya tersedia secara digital tanpa terhambat oleh pembatasan perlindungan salinan.

Bagi komunitas esports dan game, persoalannya melampaui nostalgia: sejarah scene kompetitif, sejarah modding, ekosistem online awal, dan tren desain yang berpengaruh bisa sulit diteliti jika perangkat lunaknya menghilang dari kanal resmi. Pertanyaan editorial utamanya adalah apakah penerbit, kelompok industri, dan arsip dapat menemukan model yang menghormati hak sebelum lebih banyak game menjadi tidak dapat diakses.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Laporan menyebut Jerman bisa mewajibkan surat sakit sejak hari pertama
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Rumor menyebut P-1000 dan Guacos Tacos akan bergabung ke lini Lego Fortnite pada 2027
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Harga GameStop yang dilaporkan untuk kotak Pokémon 30th Celebration memicu protes kolektor
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Law By Mike turun tangan dalam sengketa Skibidi Toilet saat penggemar mencari kejelasan soal peran kreatornya
    Redaksi1 mnt