Ryan Fox menjuarai The Open ke-154 di Royal Birkdale lewat putt sejauh 11 kaki di green ke-18, dan gelarnya dipastikan dengan selisih satu pukulan. Pukulan penentu itu terjadi hanya 22 detik setelah Sam Burns menyelesaikan putarannya, menegaskan ritme Fox yang luar biasa cepat.
Kemenangan Fox menonjol bukan hanya karena hasilnya, tetapi juga karena cara ia memainkannya. Ia pernah menjelaskan bahwa pendekatannya adalah segera melihat pukulan yang ingin ia mainkan, lalu mempercayainya tanpa memberi terlalu banyak ruang bagi keraguan, dan penyelesaian putaran 62 dan 68 menjadi bukti bahwa gaya itu bisa menghasilkan gelar mayor.
Pekan itu juga dipenuhi kontroversi setelah Bryson DeChambeau mendapat penalti dua pukulan pada putaran kedua karena tindakan di rough yang dinilai ofisial telah memperbaiki garis ayunan. Scottie Scheffler membelanya secara terbuka, sementara insiden itu dan keterlambatan DeChambeau menandatangani kartu skornya membuat perdebatan soal aturan terus menyita perhatian.
Kemenangan Fox menawarkan cerita yang berbeda: seorang pemain Selandia Baru yang berkembang belakangan, berasal dari keluarga olahraga ternama, dan sampai ke puncak setelah bertahun-tahun menempuh jalur profesional. Gaya cepatnya mungkin tidak realistis untuk semua pemain, tetapi ia memberi golf contoh yang berguna pada saat permainan lambat masih sering dikeluhkan.


Diskusi
Masuk untuk bergabung dalam diskusi.
Masuk / Daftar