World CupNetherlands -- Sweden17:00World CupGermany -- Ivory Coast20:00World CupEcuador -- Curaçao00:00World CupTunisia -- Japan04:00World CupSpain -- Saudi Arabia16:00World CupBelgium -- Iran19:00World CupUruguay -- Cape Verde Islands22:00World CupNew Zealand -- Egypt01:00World CupArgentina -- Austria17:00World CupFrance -- Iraq21:00World CupNorway -- Senegal00:00World CupJordan -- Algeria03:00World CupPortugal -- Uzbekistan17:00World CupEngland -- Ghana20:00World CupNetherlands -- Sweden17:00World CupGermany -- Ivory Coast20:00World CupEcuador -- Curaçao00:00World CupTunisia -- Japan04:00World CupSpain -- Saudi Arabia16:00World CupBelgium -- Iran19:00World CupUruguay -- Cape Verde Islands22:00World CupNew Zealand -- Egypt01:00World CupArgentina -- Austria17:00World CupFrance -- Iraq21:00World CupNorway -- Senegal00:00World CupJordan -- Algeria03:00World CupPortugal -- Uzbekistan17:00World CupEngland -- Ghana20:00
Kembali ke berita
Sepak Bola

Skotlandia kalah dari Maroko, tetapi respons di akhir menjaga harapan tetap hidup

Maroko menang 1-0 di Boston lewat gol awal Ismael Saibari, namun tekanan akhir dan perubahan menyerang dari Skotlandia memberi tim Steve Clarke alasan untuk tetap percaya meski kalah.

Skotlandia kalah dari Maroko, tetapi respons di akhir menjaga harapan tetap hidup
Kredit gambar: bbc.com

Skotlandia kalah 1-0 dari Maroko di Boston, dengan Ismael Saibari mencetak gol penentu setelah lebih dari satu menit berkat assist Brahim Diaz. Tim Steve Clarke gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, tetapi dorongan mereka di akhir laga membuat malam yang sulit itu terasa lebih menjanjikan daripada sekadar skor akhirnya.

Maroko menguasai banyak bagian awal pertandingan, dengan Achraf Hakimi dan Diaz termasuk di antara pemain yang merepotkan Skotlandia. Rencana Clarke juga mencakup menempatkan Kieran Tierney di depan Andy Robertson di sisi kiri, tetapi kebobolan cepat langsung menempatkan Skotlandia dalam tekanan dan memaksa mereka bertahan lama tanpa bola.

Laga berubah nuansanya saat Skotlandia tetap berada dalam jarak satu gol. Jack Hendry dan Angus Gunn disebut melakukan momen bertahan yang penting, sementara Clarke kemudian memasukkan Ben Gannon-Doak, Lyndon Dykes, dan Ross Stewart untuk mengejar penyama kedudukan. Scott McTominay sempat hampir mencetak gol, Dykes menanduk bola melebar di atas mistar, dan Skotlandia juga memiliki dua tuntutan penalti yang melibatkan McTominay dan John McGinn tetapi tidak diberikan.

Hasil ini meninggalkan rasa frustrasi, terutama bagi para pemain yang tampak sangat terpukul setelah laga usai, tetapi penampilan itu juga memberi kontras dengan kritik lama terhadap kehati-hatian Skotlandia dalam momen besar turnamen. Dengan Brasil menanti di Miami, tantangan Skotlandia adalah mengubah ketahanan dan dorongan akhir menjadi poin atau hasil yang mungkin masih mereka butuhkan.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Amerika Serikat 2-0 Australia: gol bunuh diri C. Burgess dan gol babak pertama A. Freeman
    Redaksi SCOREGALE2 mnt
    Berita
    Saibari membuka skor, Maroko menang 1-0 atas Skotlandia
    Redaksi SCOREGALE1 mnt
    Berita
    Cunha mencetak dua gol, Brasil menang 3-0 atas Haiti
    Redaksi SCOREGALE1 mnt
    Berita
    Skotlandia masih memperdebatkan keputusan kunci usai kekalahan tipis dari Maroko
    Redaksi1 mnt