Spanyol menjadi juara dunia putra untuk kedua kalinya setelah Ferran Torres mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan 1-0 atas Argentina lewat perpanjangan waktu. Pemain pengganti itu menjebol gawang pada menit ke-106 dan sekaligus menghentikan upaya Argentina mempertahankan trofi.
Final berubah arah setelah Enzo Fernández diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua pada masa tambahan waktu di akhir babak kedua, usai melakukan pelanggaran terhadap Pau Cubarsí. Spanyol sebenarnya sudah lebih banyak menguasai jalannya pertandingan, sementara Emiliano Martínez menjaga Argentina tetap bertahan berkat beban kerja besar di bawah mistar.
Serangan Argentina kesulitan berkembang, dengan tembakan Lionel Messi yang diblok pada menit ke-117 tercatat sebagai percobaan pertama mereka. Messi mengakhiri turnamen dengan delapan gol, tetapi sumber ini menempatkan masa depan Piala Dunianya sebagai belum pasti, bukan sesuatu yang sudah diputuskan.
Bagi Spanyol, hasil ini menambah catatan dominasi yang lebih luas: laporan tersebut menyebut tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 38 pertandingan. Klaim rekor yang lebih besar itu sebaiknya diverifikasi lagi sebelum dipublikasikan, tetapi hasil utamanya jelas: Spanyol pulang dari New York/New Jersey dengan trofi.


Diskusi
Masuk untuk bergabung dalam diskusi.
Masuk / Daftar