FA CupHenan Jianye 11 Dalian ZhixingFTFA CupYunnan Yukun 33 Chengdu Better CityFTFA CupShanghai Shenhua 41 Qingdao JonoonFTFA CupChongqing Tongliang Long 20 Qingdao Youth IslandFTFA CupWuhan Three Towns 22 Shandong LunengFTFA CupSHANGHAI SIPG 11 Sichuan JiuniuFTFriendlies ClubsStevenage 04 West HamFTFriendlies ClubsMaidenhead 01 WolvesFTFriendlies ClubsNapoli 13 ArezzoFTFriendlies ClubsTottenham 10 Milton Keynes DonsFTFriendlies ClubsNottingham Forest 30 BlackburnFTFriendlies ClubsWalsall 05 Aston VillaFTFA CupDalian Kewei 12 Beijing GuoanFTLANGSUNGLiga Pro Serie BSan Antonio 00 Cumbayá90+7'FA CupHenan Jianye 11 Dalian ZhixingFTFA CupYunnan Yukun 33 Chengdu Better CityFTFA CupShanghai Shenhua 41 Qingdao JonoonFTFA CupChongqing Tongliang Long 20 Qingdao Youth IslandFTFA CupWuhan Three Towns 22 Shandong LunengFTFA CupSHANGHAI SIPG 11 Sichuan JiuniuFTFriendlies ClubsStevenage 04 West HamFTFriendlies ClubsMaidenhead 01 WolvesFTFriendlies ClubsNapoli 13 ArezzoFTFriendlies ClubsTottenham 10 Milton Keynes DonsFTFriendlies ClubsNottingham Forest 30 BlackburnFTFriendlies ClubsWalsall 05 Aston VillaFTFA CupDalian Kewei 12 Beijing GuoanFTLANGSUNGLiga Pro Serie BSan Antonio 00 Cumbayá90+7'
Kembali ke berita
Sepak Bola

Kemenangan Piala Dunia Spanyol dibangun oleh struktur, bukan ketenaran

Spanyol mengalahkan Argentina untuk menjuarai Piala Dunia FIFA 2026, dengan pendekatan disiplin dan kolektif dari Luis de la Fuente menonjol di turnamen yang dipenuhi nama-nama besar.

Kemenangan Piala Dunia Spanyol dibangun oleh struktur, bukan ketenaran
Kredit gambar: espn.com

Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Argentina di final, dan perjalanan mereka ditentukan bukan oleh satu bintang, melainkan oleh sistem kolektif. Tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan, yang menegaskan betapa besar peran kontrol, kesabaran, dan ketangguhan bertahan dalam gelar mereka.

Teks sumber menempatkan Spanyol sebagai antitesis dari turnamen yang dipenuhi nama besar seperti Lionel Messi, Kylian Mbappé, Erling Braut Håland, Harry Kane, dan Cristiano Ronaldo. Spanyol juga punya talenta elite seperti Pedri, Lamine Yamal, Rodri, dan Pau Cubarsí, tetapi tim ini tidak digambarkan dibangun di sekitar satu sosok tertentu.

Pendekatan de la Fuente menekankan penguasaan bola, pressing setelah kehilangan bola, dan identitas taktis yang tenang. Kerangka itu membantu skuad yang berisi sejumlah pemain yang datang ke turnamen setelah musim klub yang sulit atau terganggu cedera, termasuk Unai Simón, Aymeric Laporte, Pedro Porro, Marc Cucurella, Rodri, Fabián Ruiz, Dani Olmo, dan Mikel Oyarzabal.

Tantangan utama Spanyol, menurut sumber, adalah penyelesaian akhir dan ketiadaan penyerang tengah murni. Namun, lini belakang yang disiplin, dengan Cubarsí disorot, serta fondasi lini tengah yang sabar membuat Spanyol mampu melewati periode sulit dan mengubah kekompakan menjadi keunggulan penentu turnamen.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Aston Villa capai kesepakatan terstruktur untuk Alejandro Garnacho
    Redaksi1 mnt
    Berita
    William Saliba akan absen lama dari Arsenal karena cedera punggung
    Redaksi1 mnt
    Berita
    William Saliba harus absen lama dari Arsenal karena cedera punggung
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Rangers akan menantang larangan tepi lapangan Derek McInnes atas komentar soal penalti
    Redaksi1 mnt