LANGSUNGSuper LeagueQingdao Jonoon 42 Yunnan Yukun90+9'World CupSenegal -- Iraq19:00World CupNorway -- France19:00World CupCape Verde Islands -- Saudi Arabia00:00World CupUruguay -- Spain00:00World CupNew Zealand -- Belgium03:00World CupEgypt -- Iran03:00World CupCroatia -- Ghana21:00World CupPanama -- England21:00World CupCongo DR -- Uzbekistan23:30World CupColombia -- Portugal23:30World CupAlgeria -- Austria02:00World CupJordan -- Argentina02:00World CupSouth Africa -- Canada19:00LANGSUNGSuper LeagueQingdao Jonoon 42 Yunnan Yukun90+9'World CupSenegal -- Iraq19:00World CupNorway -- France19:00World CupCape Verde Islands -- Saudi Arabia00:00World CupUruguay -- Spain00:00World CupNew Zealand -- Belgium03:00World CupEgypt -- Iran03:00World CupCroatia -- Ghana21:00World CupPanama -- England21:00World CupCongo DR -- Uzbekistan23:30World CupColombia -- Portugal23:30World CupAlgeria -- Austria02:00World CupJordan -- Argentina02:00World CupSouth Africa -- Canada19:00
Kembali ke berita
Tenis

Tekanan tenis junior menyorot peran orang tua

Laporan BBC Sport menelaah bagaimana peringkat, biaya, dan kompetisi dini dapat memperkeras perilaku orang tua dalam tenis junior, sementara LTA menunjuk reformasi dan rencana inisiatif Fair Play.

Tekanan tenis junior menyorot peran orang tua
Kredit gambar: bbc.co.uk

Tekanan orang tua dalam tenis junior bisa menjadi berbahaya ketika orang dewasa memandang hasil anak sebagai ukuran investasi, status, atau potensi penghasilan masa depan, bukan sebagai bagian dari proses perkembangan. Laporan BBC menyoroti mantan pemain junior, pelatih, dan respons badan pengelola yang menunjukkan bahwa ini adalah persoalan sistem yang lebih luas, bukan sekadar perilaku buruk yang berdiri sendiri.

Ellie-Rose Griffiths, yang pindah ke latihan penuh waktu saat masih anak-anak dan kemudian berhenti bertanding pada usia 19, memandang masalah ini sebagai soal ekspektasi dan kelelahan mental. Para pelatih yang dikutip dalam laporan menggambarkan orang tua yang terlalu terpaku pada peringkat, rating, dan hasil, dengan Chris Johnson mengatakan bahwa beberapa kejadian di level klub pernah sampai pada titik harus melibatkan polisi.

Tekanannya bukan hanya emosional. Keluarga dapat menghadapi perjalanan sepanjang tahun, biaya pelatihan, biaya turnamen, dan pilihan sulit soal sekolah, sementara jalur pengembangan LTA mulai mengidentifikasi pemain berbakat sejak usia sangat muda. Badan pengelola itu mengatakan telah meninjau sistem rating dan peringkat pada 2018, tidak mengizinkan peringkat nasional sebelum level under-11, dan berencana meluncurkan inisiatif Fair Play yang ditujukan untuk perilaku orang tua dan dukungan bagi pelatih.

Perdebatan ini bukan sekadar apakah orang tua harus mendorong atau memberi jarak. Contoh dari Emma Raducanu dan Kyle Edmund menunjukkan bahwa standar yang menuntut bisa berjalan berdampingan dengan dukungan, tetapi batas itu tampaknya terlewati ketika motivasi si anak sendiri digantikan oleh ambisi orang dewasa.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Chris Evert akan absen dari liputan Wimbledon setelah kanker kambuh
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Draper membangun momentum comeback dengan lolos ke semifinal Eastbourne
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Protes hadiah uang Wimbledon: mengapa para pemain papan atas membatasi tugas media
    Redaksi1 mnt
    Berita
    BBC menjabarkan liputan Wimbledon di TV, radio, dan streaming
    Redaksi1 mnt