World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupFrance -- Morocco20:00World CupNorway -- England21:00World CupMexico 23 EnglandFTWorld CupBrazil 12 NorwayFTSuper LeagueShanghai Shenhua 32 Hangzhou GreentownFTSuper LeagueQingdao Jonoon 11 Chengdu Better CityFTWorld CupParaguay 01 FranceFTLANGSUNGFriendlies ClubsCracovia Krakow 31 Başakşehir90+1'LANGSUNGA LygaSuduva Marijampole 00 TransINVEST Vilnius88'LANGSUNGVirsligaSuper Nova 01 Ogre United73'World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupFrance -- Morocco20:00World CupNorway -- England21:00World CupMexico 23 EnglandFTWorld CupBrazil 12 NorwayFTSuper LeagueShanghai Shenhua 32 Hangzhou GreentownFTSuper LeagueQingdao Jonoon 11 Chengdu Better CityFTWorld CupParaguay 01 FranceFTLANGSUNGFriendlies ClubsCracovia Krakow 31 Başakşehir90+1'LANGSUNGA LygaSuduva Marijampole 00 TransINVEST Vilnius88'LANGSUNGVirsligaSuper Nova 01 Ogre United73'
Kembali ke berita
Sepak Bola

Tuchel mempertanyakan konsistensi FIFA setelah skors Balogun tidak diberlakukan

Thomas Tuchel mengkritik ketidakjelasan proses disiplin FIFA setelah Folarin Balogun tetap bisa tampil untuk laga 16 besar Amerika Serikat meski sebelumnya mendapat kartu merah.

Tuchel mempertanyakan konsistensi FIFA setelah skors Balogun tidak diberlakukan
Kredit gambar: bbc.co.uk

Thomas Tuchel mengatakan penanganan FIFA atas skors kartu merah Folarin Balogun membuat para pelatih tidak jelas soal bagaimana sebuah keputusan disiplin bisa diubah. Balogun diusir saat melawan Bosnia-Herzegovina, tetapi FIFA tidak langsung memberlakukan larangan tampil, sehingga ia tetap memenuhi syarat untuk pertandingan 16 besar Amerika Serikat melawan Belgia.

Kasus ini mendapat sorotan tambahan karena BBC Sport melaporkan, mengutip CBS News, bahwa presiden AS Donald Trump berbicara dengan presiden FIFA Gianni Infantino soal skors tersebut sebelum Balogun dipulihkan statusnya. Trump kemudian berterima kasih kepada FIFA secara terbuka, sementara mantan presiden FIFA Sepp Blatter memperingatkan agar sepak bola tidak dipengaruhi oleh kekuatan politik.

Kekhawatiran Tuchel juga bersifat praktis bagi Inggris. Jarell Quansah diusir setelah tinjauan VAR dalam kemenangan Inggris 3-2 atas Meksiko, dan Tuchel mempertanyakan apakah kini tim punya jalur yang lebih jelas untuk menggugat kartu merah, kartu kuning, atau keputusan yang lahir dari VAR. BBC Sport mengatakan pihaknya diberi tahu bahwa protokol VAR dalam kasus itu telah dijalankan dengan benar.

Isu yang lebih luas adalah apakah kode disiplin FIFA dan regulasi turnamen Piala Dunia diterapkan dengan cara yang bisa dipahami semua tim. Dengan Quansah dilaporkan sebagai pemain ke-13 yang mendapat kartu merah di Piala Dunia 2026, keputusan Balogun memunculkan pertanyaan soal konsistensi yang bisa memengaruhi cara federasi merespons kartu merah di masa depan.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Inggris selamat dari thriller melawan Meksiko untuk lolos ke perempat final Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Inggris menyingkirkan Meksiko 3-2 setelah drama kartu merah di Azteca
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Inggris selamat dari laga dramatis di Azteca untuk lolos ke perempat final Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Jordan Henderson dibawa ke rumah sakit setelah cedera pergelangan tangan saat perayaan Inggris
    Redaksi1 mnt
    Tuchel pertanyakan konsistensi FIFA setelah kasus Balogun | ScoreGale