LANGSUNGWorld CupSwitzerland 10 Algeria28'World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupPortugal 21 CroatiaFTWorld CupSpain 30 AustriaFTWorld CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFTWorld CupBelgium 32 SenegalFTWorld CupEngland 21 Congo DRFTLANGSUNGWorld CupSwitzerland 10 Algeria28'World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupPortugal 21 CroatiaFTWorld CupSpain 30 AustriaFTWorld CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFTWorld CupBelgium 32 SenegalFTWorld CupEngland 21 Congo DRFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

UEFA tidak memilih kartu merah untuk pemain yang menutupi mulut di kompetisi klub

UEFA tidak akan menerapkan pendekatan kartu merah langsung ala FIFA bagi pemain yang menutupi mulut saat berbicara kepada lawan pada Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi musim depan, meski wasit masih dapat memberi kartu kuning untuk perilaku tidak sportif.

UEFA tidak memilih kartu merah untuk pemain yang menutupi mulut di kompetisi klub
Kredit gambar: espn.com

Pemain UEFA tidak akan otomatis diusir keluar lapangan karena menutupi mulut saat berbicara kepada lawan di kompetisi klub Eropa musim depan. Tindakan itu masih bisa dihukum kartu kuning jika wasit menilainya sebagai upaya menyembunyikan komunikasi yang tidak sportif.

Keputusan ini berarti Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi tidak akan mengikuti pendekatan yang lebih ketat seperti di Piala Dunia, yang didukung presiden FIFA Gianni Infantino, di mana menutupi mulut saat menghadap lawan dapat berujung kartu merah langsung.

Isu ini menjadi semakin menonjol setelah beberapa kasus berprofil tinggi, termasuk kartu merah di Piala Dunia yang melibatkan Miguel Almirón dan Piero Hincapié. UEFA juga menangani insiden serupa di Liga Champions yang melibatkan Gianluca Prestianni dan Vinícius Júnior, dan setelah penyelidikan Prestianni dijatuhi sanksi karena perilaku anti-gay.

Sikap UEFA tetap memberi ruang bagi tindakan disipliner lanjutan meski hukuman langsung di lapangan hanya kartu. Badan ini juga memutuskan tidak menggunakan opsi kartu merah untuk pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes, sementara mereka akan mengadopsi pemeriksaan VAR untuk keputusan tendangan sudut yang salah.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    BBC mengonfirmasi empat laga 16 besar Piala Dunia, termasuk Inggris vs Meksiko
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Oyarzabal menjadi sorotan saat Spanyol melewati Austria
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Inggris menyesuaikan rencana ke Meksiko dengan fokus pada perlindungan tidur dan kekhawatiran ketinggian
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Portugal menyingkirkan Kroasia setelah sundulan Ramos di masa tambahan
    Redaksi1 mnt
    UEFA tak kenakan kartu merah untuk menutup mulut | ScoreGale