World CupFrance -- Morocco20:00World CupSpain -- Belgium19:00World CupNorway -- England21:00World CupArgentina -- Switzerland01:00LANGSUNGEsiliiga AFC Tallinn 32 Nõmme United II45'LANGSUNGEsiliiga ATallinna Kalev 32 Maardu81'LANGSUNGEsiliiga BLevadia U19 11 Luunja45'LANGSUNGEsiliiga BTartu Kalev 13 Johvi Phoenix45'USL ChampionshipSacramento Republic 21 Rhode IslandFTCanadian ChampionshipVancouver Whitecaps 41 Cavalry FCFTUSL League TwoBigfoot 04 BallardFTCanadian ChampionshipVancouver FC 12 CF MontrealFTUSL League TwoCity SC 40 AMSGFTCopa EcuadorInd. Juniors 11 LDU de QuitoFTWorld CupFrance -- Morocco20:00World CupSpain -- Belgium19:00World CupNorway -- England21:00World CupArgentina -- Switzerland01:00LANGSUNGEsiliiga AFC Tallinn 32 Nõmme United II45'LANGSUNGEsiliiga ATallinna Kalev 32 Maardu81'LANGSUNGEsiliiga BLevadia U19 11 Luunja45'LANGSUNGEsiliiga BTartu Kalev 13 Johvi Phoenix45'USL ChampionshipSacramento Republic 21 Rhode IslandFTCanadian ChampionshipVancouver Whitecaps 41 Cavalry FCFTUSL League TwoBigfoot 04 BallardFTCanadian ChampionshipVancouver FC 12 CF MontrealFTUSL League TwoCity SC 40 AMSGFTCopa EcuadorInd. Juniors 11 LDU de QuitoFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Kekalahan USMNT di Piala Dunia memunculkan pertanyaan yang lebih sulit daripada sekadar pelatih

Mauricio Pochettino memberi tim putra AS identitas yang lebih jelas dan agresif, tetapi mereka tetap tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia, memperkuat keraguan apakah seorang pelatih sendirian bisa mengubah batas tertinggi program ini.

Kekalahan USMNT di Piala Dunia memunculkan pertanyaan yang lebih sulit daripada sekadar pelatih
Kredit gambar: espn.com

Tim nasional putra Amerika Serikat tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia meski tampil dengan gaya yang lebih proaktif di bawah Mauricio Pochettino. Hasil itu juga sama dengan tahap saat AS berhenti pada tiga Piala Dunia sebelumnya.

Analisis ESPN menilai Pochettino memang memberi dampak taktis yang terlihat. AS menekan tinggi, menguasai wilayah permainan dengan lebih baik, dan dicatat memiliki PPDA 10,15 serta 61,4% penguasaan bola di sepertiga akhir, dengan angka-angka itu dipaparkan sebagai catatan kuat dibanding tim-tim yang lolos ke fase gugur.

Beberapa peran pemain menjadi inti perubahan itu. Weston McKennie dan Malik Tillman digambarkan lebih sering meninggalkan zona gelandang tengah standar, sementara peran bertahan Alex Freeman yang fleksibel membantu memberi perlindungan bagi Sergiño Dest dan memungkinkan Antonee Robinson menyerang sisi seberang dengan lebih agresif.

Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah struktur yang lebih baik bisa menutupi keterbatasan kumpulan pemain saat menghadapi lawan yang lebih kuat. Kesimpulan utama artikel ini bukan bahwa Pochettino gagal melatih, melainkan bahwa bahkan pelatih berprofil tinggi dengan rencana yang jelas pun mungkin belum cukup untuk mendorong USMNT melewati batas Piala Dunia yang sudah terlalu akrab.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Manchester United pertimbangkan hak penamaan untuk stadion baru Old Trafford
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Larangan Quansah membuat Inggris harus menentukan bek kanan sebelum laga melawan Norwegia
    Redaksi2 mnt
    Berita
    Christian Pulisic menepi karena cedera setelah tersingkir dari USMNT
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Sanksi Quansah membuat Inggris bermasalah di bek kanan jelang perempat final melawan Norwegia
    Redaksi1 mnt
    Kekalahan AS di Piala Dunia: Masalah pelatih atau pemain? | ScoreGale