Wales akan berangkat ke Argentina dengan modal positif setelah menang 39-24 atas Fiji di Cardiff City Stadium. Hasil itu memberi dorongan lain bagi tim Steve Tandy setelah kemenangan atas Italy dan Barbarians, meski juga memperlihatkan beberapa area yang bisa dimanfaatkan Argentina.
Fiji menghasilkan volume serangan yang jauh lebih besar, termasuk 167 carry, 674 meter, dan 24 clean break, sementara Wales hanya membuat 80 carry dengan 259 meter. Perbedaan utamanya ada pada efisiensi: Wales mampu memaksimalkan tekanan set-piece dan peluang jarak dekat, sedangkan Fiji gagal mengubah banyak momen berbahaya menjadi poin yang cukup.
Kembalinya Jac Morgan menjadi bagian penting dari performa Wales. Ia mencetak dua try di babak pertama, terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan, dan memberi dorongan energi defensif yang dibutuhkan Wales pada hari ketika mereka masih membuat 42 tackle gagal dan hanya menyelesaikan 64% kerja mereka.
Kemenangan ini juga memunculkan pertanyaan yang lebih luas bagi rugby Wales. Kehadiran 16.456 penonton di stadion berkapasitas lebih dari 33.000 menegaskan kekhawatiran soal keterlibatan publik, meski tim tampil dalam salah satu performa paling meyakinkan belakangan ini. Di lapangan, Wales punya fondasi; di luar lapangan, tantangannya adalah membuat para pendukung kembali terhubung.


Diskusi
Masuk untuk bergabung dalam diskusi.
Masuk / Daftar