World CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupNetherlands 11 MoroccoFTWorld CupIvory Coast -- Norway17:00World CupFrance -- Sweden21:00World CupMexico -- Ecuador01:00World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupNetherlands 11 MoroccoFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Perdebatan VAR Piala Dunia menguat setelah gol Germany dianulir

Tinjauan atas insiden besar perwasitan di Piala Dunia menyoroti gol Germany di babak tambahan melawan Paraguay yang dianulir lewat intervensi VAR yang kontroversial, sekaligus menampilkan keputusan offside tipis dan penalti yang diperdebatkan di laga lain.

Perdebatan VAR Piala Dunia menguat setelah gol Germany dianulir
Kredit gambar: espn.com

Germany mendapat gol di babak tambahan lewat Jonathan Tah, tetapi gol itu dianulir saat melawan Paraguay setelah VAR mengirim wasit ke layar untuk meninjau kemungkinan gangguan terhadap kiper Orlando Gill. Analisis ESPN menilai intervensi itu keliru dan seharusnya gol tersebut disahkan.

Insiden ini menjadi bagian dari perdebatan yang lebih besar di Piala Dunia tentang batas antara VAR untuk memperbaiki kesalahan yang jelas dan VAR yang justru mengulang kepemimpinan wasit pada kontak yang sifatnya subjektif. Dalam kasus Germany-Paraguay, peninjauan berpusat pada posisi Waldermar Anton di dekat Gill sebelum bola masuk dari sepak pojok Nathaniel Brown.

Laga-laga lain memunculkan pertanyaan serupa. Canada tidak mendapat penalti setelah Richie Laryea terjatuh saat menghadapi tantangan Khuliso Mudau, sementara Congo DR melihat gol Nathanaël Mbuku ke gawang Uzbekistan dibatalkan setelah peninjauan atas kontak tangan dalam proses serangan. Dalam kedua kasus itu, artikel ESPN memandang hasil akhirnya sebagai sesuatu yang patut diperdebatkan, bukan keputusan yang sederhana.

Namun, tidak semua intervensi diperlakukan dengan cara yang sama. Gol akhir Colombia ke gawang Portugal dianulir oleh teknologi offside semi-otomatis karena posisi yang sangat tipis, dan upaya akhir Iran melawan Egypt juga dibatalkan karena hanya tersisa satu bek di antara penyerang dan garis gawang setelah kiper maju. Contoh-contoh itu menegaskan kontras antara keputusan teknologi yang berbasis fakta dan keputusan yang lebih diperdebatkan dalam situasi pelanggaran.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    C. Gakpo mencetak gol, I. Diop menyamakan di masa tambahan: Belanda 1-1 Maroko
    Redaksi SCOREGALE1 mnt
    Berita
    Maroko Tetap Tenang di Adu Penalti Saat Belanda Tersingkir dari Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Paraguay menyingkirkan Jerman lewat adu penalti di Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Komentar pejabat keamanan AS menambah nuansa politik pada tersingkirnya Iran dari Piala Dunia
    Redaksi2 mnt