World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00Super LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTWorld CupColombia 10 GhanaFTWorld CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00Super LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTWorld CupColombia 10 GhanaFT
Kembali ke berita
formula1

Bearman kembali ke Silverstone sambil mengukur progresnya melawan Antonelli

Ollie Bearman menatap Grand Prix Inggris dengan refleksi atas kenaikan Kimi Antonelli, penantian podium Haas, dan pelajaran dari awal musim yang sulit.

Bearman kembali ke Silverstone sambil mengukur progresnya melawan Antonelli
Kredit gambar: bbc.co.uk

Ollie Bearman kembali ke Grand Prix kandangnya akhir pekan ini dengan Kimi Antonelli menjadi tolok ukur di antara pasangan mantan rekan satu tim junior mereka. Antonelli disebut sebagai pemimpin klasemen saat ini, sementara Bearman fokus membuktikan apa yang bisa ia lakukan ketika Haas mendapat kesempatan bertarung lebih dekat ke depan.

Perbandingannya terasa wajar: keduanya adalah rekan setim pada 2024 sebelum naik ke Formula 1, dan Antonelli menutup musim debut mereka di posisi ketujuh, enam peringkat di depan Bearman. Pandangan Bearman bukan bahwa mereka sedang terlibat duel langsung, melainkan bahwa hasil Antonelli menunjukkan level yang ia yakini bisa ia capai dalam situasi yang tepat.

Silverstone punya makna ekstra bagi pembalap Inggris berusia 21 tahun itu. Haas belum meraih podium sejak masuk F1 pada 2016, meski Bearman sempat nyaris mencapainya lewat finis keempat di Meksiko musim lalu. Ia tampaknya tidak mengharapkan podium di Silverstone mengingat karakter lintasannya, tetapi gagasan berdiri di sana di hadapan pendukung tuan rumah tetap menjadi motivasi besar.

Grand Prix Inggris sebelumnya berakhir dengan Bearman finis ke-11 setelah ia start dari posisi ke-18 akibat penalti grid 10 tempat yang berkaitan dengan kecelakaan saat latihan. Musim ini juga menghadirkan kontras: poin pada dua balapan pembuka, lalu kecelakaan di Jepang yang membuatnya mengalami memar di lutut dan memicu diskusi keselamatan yang lebih luas setelah komentar dari direktur GPDA Carlos Sainz serta perubahan regulasi setelahnya.

Di luar kokpit, Bearman juga mengikuti Inggris di Piala Dunia saat jadwal F1 memungkinkan. Ia menyorot Harry Kane sebagai pemain yang ia kagumi, sambil mencatat bahwa tinggi badan bisa menjadi faktor praktis bagi siapa pun yang membayangkan pindah ke mobil Formula 1.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Pole sprint Hamilton jadi sorotan utama di Silverstone
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Tiga Ella di McLaren menyoroti jalur yang makin terbuka menuju F1
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Uji coba Cadillac dan Mercedes menandai reset F1 2026
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Hamilton unggul atas Antonelli untuk meraih pole sprint Silverstone
    Redaksi1 mnt
    Bearman kembali ke Silverstone sambil ukur kemajuan terhadap Antonelli | ScoreGale