World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupParaguay 01 FranceFTWorld CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTWorld CupColombia 10 GhanaFTWorld CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupParaguay 01 FranceFTWorld CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTWorld CupColombia 10 GhanaFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Kekalahan Cape Verde dari Argentina tetap terasa bersejarah di Rotterdam

Cape Verde kalah 3-2 dari Argentina, tetapi laga itu menjadi momen besar bagi komunitas Cape Verdean di Rotterdam dan para pemain diaspora yang terhubung dengan kota tersebut.

Kekalahan Cape Verde dari Argentina tetap terasa bersejarah di Rotterdam
Kredit gambar: theguardian.com

Cape Verde kalah 3-2 dari Argentina, tetapi hasil itu tidak menghapus besarnya pencapaian mereka di Piala Dunia. Setelah lolos ke 32 besar lewat hasil imbang melawan Arab Saudi, Blue Sharks memberi perlawanan kepada juara bertahan dalam laga yang punya arti sangat besar di Rotterdam.

Kota Belanda itu menjadi bagian penting dari cerita ini: sumber menyebut enam pemain skuad Cape Verde lahir di sana, dan lima di antaranya tampil melawan Argentina. Sekitar 1.600 pendukung Cape Verde berkumpul di Club Annabel, membuat pertandingan ini terasa seperti peristiwa bersama komunitas diaspora, bukan sekadar laga fase gugur.

Di lapangan, Argentina sempat unggul lewat Lionel Messi sebelum Deroy Duarte, yang lahir di Rotterdam, menyamakan skor. Lisandro Martínez membawa Argentina kembali memimpin, Sidny Lopes Cabral menyamakan lagi lewat penyelesaian sulit, dan sundulan Diney Borges kemudian mengembalikan keunggulan Argentina.

Makna yang lebih luas melampaui satu skor. Mantan pemain internasional Cape Verde Jeffry Fortes, Tony Varela, dan sosok lain di Rotterdam mewakili generasi lama yang ikut membentuk perkembangan tim nasional, sementara skuad saat ini membuat identitas sepak bola Cape Verde semakin terlihat di panggung global.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Mengapa Azteca penting saat Inggris kembali ke penanda sejarah Piala Dunia
    Redaksi2 mnt
    Berita
    Duel Haaland-Gabriel menambah tensi laga Brazil-Norway di Piala Dunia
    Redaksi2 mnt
    Berita
    Tim Ream menilai keberagaman USMNT sebagai bagian dari identitas Amerika
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Tuchel meminta Inggris tetap tenang sebelum ujian gugur melawan Meksiko
    Redaksi1 mnt
    Momen Piala Dunia Cape Verde yang terasa di Rotterdam | ScoreGale