World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00Super LeagueYunnan Yukun 21 Henan JianyeFTWorld CupSwitzerland 20 AlgeriaFTWorld CupPortugal 21 CroatiaFTWorld CupSpain 30 AustriaFTWorld CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFTWorld CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00Super LeagueYunnan Yukun 21 Henan JianyeFTWorld CupSwitzerland 20 AlgeriaFTWorld CupPortugal 21 CroatiaFTWorld CupSpain 30 AustriaFTWorld CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Inggris didorong memilih kontrol ketimbang kekacauan saat melawan Meksiko di ketinggian

Analisis taktis dari Guardian menilai Inggris sebaiknya meninggalkan pendekatan berintensitas tinggi saat menghadapi Meksiko di Azteca dan beralih ke rencana yang rapat serta minim risiko, dipengaruhi oleh ketinggian, tekanan penonton, dan sejarah turnamen.

Inggris didorong memilih kontrol ketimbang kekacauan saat melawan Meksiko di ketinggian
Kredit gambar: theguardian.com

Tantangan utama Inggris melawan Meksiko bukan hanya lawannya, melainkan juga tempatnya: ketinggian Azteca membuat pertandingan yang terbuka dan serba cepat menjadi sangat berisiko. Analisis sumber ini berpendapat bahwa tim Thomas Tuchel perlu memperlambat tempo, bertahan dengan rapat, dan tidak memberi Meksiko ruang untuk menyerang di belakang garis pertahanan.

Artikel ini menggambarkan laga itu sebagai ujian pragmatisme, bukan soal gaya bermain. Meksiko dipaparkan sangat kuat di kandang, dengan dukungan penonton dan kondisi yang menambah tekanan, sementara Inggris disebut punya waktu yang sangat terbatas untuk menyesuaikan diri secara fisik dengan bermain lebih dari 7.000 kaki di atas permukaan laut.

Alih-alih menekan agresif, rencana yang disarankan adalah bertahan lebih dalam, melindungi area tengah, memaksimalkan bola mati, dan melakukan serangan balik lewat pelari seperti Anthony Gordon, dengan Harry Kane sebagai sumber kreativitas. Tulisan itu juga mengangkat kemungkinan perubahan struktur, termasuk menambah perlindungan di lini tengah atau menyesuaikan sisi kanan pertahanan.

Gagasan yang lebih luas adalah bahwa pengalaman Inggris di Meksiko menunjukkan bahaya mencoba bermain dengan intensitas penuh dalam kondisi yang sulit. Bagi editor, pertanyaan utamanya adalah apakah pendekatan turnamen yang hati-hati akan dianggap sebagai manajemen laga yang cerdas atau justru langkah mundur dari ambisi menyerang.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Kroasia gagal mendapat gol penyama di menit akhir setelah keputusan offside VAR melawan Portugal
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Dua gol Kane antarkan Inggris ke duel 16 besar melawan Meksiko
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Belgia selamat dari ancaman Senegal lewat penalti telat Tielemans
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Kebangkitan Inggris menutupi pertanyaan defensif jelang ujian melawan Meksiko
    Redaksi1 mnt
    Inggris sebaiknya pakai blok rendah lawan Meksiko di Azteca | ScoreGale