FA CupHenan Jianye 11 Dalian ZhixingFTFA CupYunnan Yukun 33 Chengdu Better CityFTFA CupShanghai Shenhua 41 Qingdao JonoonFTFA CupChongqing Tongliang Long 20 Qingdao Youth IslandFTFA CupWuhan Three Towns 22 Shandong LunengFTFA CupSHANGHAI SIPG 11 Sichuan JiuniuFTFriendlies ClubsStevenage 04 West HamFTFriendlies ClubsMaidenhead 01 WolvesFTFriendlies ClubsNapoli 13 ArezzoFTFriendlies ClubsTottenham 10 Milton Keynes DonsFTFriendlies ClubsNottingham Forest 30 BlackburnFTFriendlies ClubsWalsall 05 Aston VillaFTFA CupDalian Kewei 12 Beijing GuoanFTLANGSUNGSerie ACoritiba 13 Palmeiras90+4'FA CupHenan Jianye 11 Dalian ZhixingFTFA CupYunnan Yukun 33 Chengdu Better CityFTFA CupShanghai Shenhua 41 Qingdao JonoonFTFA CupChongqing Tongliang Long 20 Qingdao Youth IslandFTFA CupWuhan Three Towns 22 Shandong LunengFTFA CupSHANGHAI SIPG 11 Sichuan JiuniuFTFriendlies ClubsStevenage 04 West HamFTFriendlies ClubsMaidenhead 01 WolvesFTFriendlies ClubsNapoli 13 ArezzoFTFriendlies ClubsTottenham 10 Milton Keynes DonsFTFriendlies ClubsNottingham Forest 30 BlackburnFTFriendlies ClubsWalsall 05 Aston VillaFTFA CupDalian Kewei 12 Beijing GuoanFTLANGSUNGSerie ACoritiba 13 Palmeiras90+4'
Kembali ke berita
Tenis

Pelatih perempuan mulai mengejar ketertinggalan di tenis, tetapi celah di level elite masih ada

Perempuan masih kurang terwakili dalam kepelatihan tenis elite, meski ada tanda-tanda kemajuan, termasuk naiknya jumlah pelatih terdaftar di WTA dan keberhasilan tinggi Conchita Martinez bersama Mirra Andreeva.

Pelatih perempuan mulai mengejar ketertinggalan di tenis, tetapi celah di level elite masih ada
Kredit gambar: bbc.co.uk

Pelatih perempuan masih jarang di level tertinggi tenis: hanya empat pemain tunggal di peringkat 50 besar yang saat ini memiliki perempuan sebagai pelatih utama. Kesenjangan itu tetap ada meski data WTA menunjukkan representasi perempuan di antara pelatih terdaftar naik dari 6% pada 2017 menjadi 19% pada 2026.

Keberhasilan terbaru membuat isu ini makin sulit diabaikan. Conchita Martinez, mantan juara Wimbledon, membawa Mirra Andreeva yang masih berusia 19 tahun meraih gelar Grand Slam pertamanya di French Open, sementara kerja Sandra Zaniewska bersama Marta Kostyuk menjadi contoh lain perempuan yang bekerja di level tertinggi olahraga ini.

Hambatan yang digambarkan dalam sumber ini bukan hanya soal kesempatan. Tuntutan perjalanan, pertimbangan keluarga, nilai yang diberikan pada hitting partner laki-laki, serta anggapan lama tentang kepercayaan diri dan otoritas tampaknya ikut menentukan siapa yang direkrut dan siapa yang dianggap layak untuk peran elite.

Program Coach Inclusion Programme milik WTA adalah salah satu upaya untuk memperluas jalur tersebut. Sejak diluncurkan pada 2021, program ini bertujuan membantu pelatih perempuan bergerak melampaui lingkungan junior atau klub dengan membangun jaringan, pengalaman, dan rasa percaya diri untuk peran yang lebih tinggi.

Pertanyaan yang lebih luas bagi tenis bukan apakah pelatih perempuan secara bawaan lebih cocok untuk pemain tertentu, melainkan apakah mereka diberi kesempatan yang adil untuk bersaing memperebutkan pekerjaan yang sama. Visibilitas, akses, dan kebiasaan pemain bisa menentukan seberapa cepat perubahan terjadi di coaching box.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Muchova absen dari Canadian Open setelah menjalani operasi kecil
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Larangan Samuel Bensoussan dalam kasus pengaturan pertandingan diperpanjang menjadi tiga tahun
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Nadal mengatakan kemenangan Wimbledon 2008 mengubah cara dia memandang kariernya
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Bagaimana aturan panas Wimbledon bekerja saat suhu meningkat
    Redaksi1 mnt