Larangan bermain Samuel Bensoussan terkait pengaturan pertandingan dinaikkan menjadi tiga tahun setelah bandingnya ke Court of Arbitration for Sport ditolak. Petenis Prancis itu, yang skorsnya dimulai pada Mei 2025, kini tidak memenuhi syarat untuk bertanding hingga Mei 2028.
Kasus yang ditangani International Tennis Integrity Agency berawal dari temuan bahwa Bensoussan mengatur empat pertandingan. Ia sebelumnya dijatuhi skorsing satu tahun 11 bulan, serta denda 12.000 dolar AS, sebelum CAS menguatkan tuduhan tersebut dan menyetujui bahwa sanksinya perlu disesuaikan dengan kasus-kasus serupa.
Perkara ini berada dalam investigasi integritas yang lebih luas dan dikaitkan dengan sindikat kriminal berbasis di Belgia. CAS juga mencatat bahwa penyelidikan itu mengungkap korupsi berskala besar di dunia tenis, yang melibatkan sedikitnya 181 pemain dan manipulasi sedikitnya 375 pertandingan.
Bensoussan, yang pernah mencapai peringkat tertinggi 405 pada 2018 dan belum bermain profesional sejak 2019, juga dilarang selama masa skorsing untuk bermain, melatih, atau menghadiri ajang yang diselenggarakan atau disahkan oleh badan-badan tenis utama dan turnamen Grand Slam.


Diskusi
Masuk untuk bergabung dalam diskusi.
Masuk / Daftar