World CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico 20 EcuadorFTWorld CupFrance 30 SwedenFTWorld CupEngland -- Congo DR16:00World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico 20 EcuadorFTWorld CupFrance 30 SwedenFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Meksiko mematahkan kebuntuan di fase gugur saat Mora bersinar melawan Ekuador

Meksiko mengalahkan Ekuador di Azteca untuk meraih kemenangan fase gugur Piala Dunia pertama mereka sejak 1986, dengan Gilberto Mora tampil berpengaruh dan gol dicetak oleh Julián Quiñones serta Raúl Jiménez.

Meksiko mematahkan kebuntuan di fase gugur saat Mora bersinar melawan Ekuador
Kredit gambar: theguardian.com

Meksiko mengalahkan Ekuador di babak 32 besar Piala Dunia di Azteca, mengakhiri penantian di fase gugur yang berlangsung sejak 1986. Gol dari Julián Quiñones dan Raúl Jiménez mewarnai malam yang diawali penundaan karena cuaca dan berakhir dengan luapan emosi besar bagi El Tri.

Pertandingan tertunda sekitar satu jam karena badai listrik, tetapi Meksiko langsung tampil tajam begitu laga dimulai. Gilberto Mora yang masih berusia 17 tahun menjadi pusat permainan terbaik mereka di babak pertama, mengalirkan bola dari lini tengah dan membantu tim Javier Aguirre bermain dengan kebebasan yang tidak selalu terlihat pada fase grup.

Quiñones membuka skor setelah Jesús Gallardo mengirimnya ke ruang kosong, lalu Jiménez menambah gol kedua setelah kesalahan lini belakang Ekuador yang melibatkan Joel Ordóñez. Ekuador sempat punya peluang lewat John Yeboah dan pemain pengganti Kevin Rodríguez, tetapi penyelamatan Raúl Rangel sebelum turun minum membantu Meksiko tetap memegang kendali.

Hasil ini punya bobot tambahan bagi Aguirre, yang pada periode sebelumnya melatih Meksiko juga mengalami eliminasi lebih awal di Piala Dunia. Lawan berikutnya bagi Meksiko adalah Inggris jika mereka menyingkirkan DR Kongo, dan Aguirre mengatakan ia akan menonton laga itu dengan saksama saat timnya berusaha menjaga momentum.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Messi dan Jairzinho berbagi rekor nyaris merebut Sepatu Emas Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Menjelang England vs DR Congo: detail utama pertandingan masih perlu dikonfirmasi
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Meksiko kalahkan Ekuador untuk lolos ke 16 besar Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Laga Inggris vs DR Kongo membuat Tuchel menghadapi keputusan di bek kanan dan kebugaran pemain
    Redaksi2 mnt
    Meksiko akhiri paceklik fase gugur saat Mora bersinar | ScoreGale