World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFTWorld CupBelgium 32 SenegalFTWorld CupEngland 21 Congo DRFTWorld CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFTWorld CupBelgium 32 SenegalFTWorld CupEngland 21 Congo DRFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Portugal vs Kroasia menempatkan Modric dan Ronaldo kembali di sorotan familiar

Portugal dan Kroasia bertemu dalam laga gugur Piala Dunia yang bisa mengakhiri perjalanan turnamen Luka Modric atau Cristiano Ronaldo, dengan kedua tim menegaskan bahwa kendali lini tengah mungkin akan menentukan hasilnya.

Portugal vs Kroasia menempatkan Modric dan Ronaldo kembali di sorotan familiar
Kredit gambar: espn.com

Pertemuan Portugal dengan Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia membawa satu sorotan utama yang jelas: Luka Modric atau Cristiano Ronaldo bisa saja melihat kampanye Piala Dunia terbaru mereka berakhir di sini. Kedua veteran itu tetap menjadi figur sentral bagi negara masing-masing, tetapi pertandingan ini diperkirakan lebih ditentukan oleh duel kolektif di lini tengah daripada sekadar nostalgia.

Vitinha menyebut Modric dan Ronaldo sebagai ikon sepak bola dunia, sambil menegaskan bahwa Portugal berharap kapten Kroasia-lah yang pulang dengan kecewa. Dua mantan rekan setim di Real Madrid itu memiliki catatan yang sangat besar: 47 penampilan gabungan di Piala Dunia, enam Ballon d’Or di antara mereka, serta empat gelar Liga Champions bersama di Madrid.

Pengaruh mereka di turnamen ini sejauh ini lebih selektif daripada dominan. Ronaldo sudah bermain di semua menit Portugal dan mencetak dua gol, sementara Modric telah mencatat 229 menit, menciptakan lima peluang dan menyumbang satu assist. Statistik yang tersedia juga menunjukkan bahwa keduanya mengalami penurunan dampak fisik dalam aspek seperti duel, pemulihan bola, dan kontribusi progresif.

Karena itu, para pemain pendukung menjadi sangat penting. Portugal bisa mengandalkan lini tengah yang kuat secara teknis dengan Vitinha, Bruno Fernandes, João Neves, Bernardo Silva, dan Rúben Neves, sementara Kroasia memadukan pengalaman Modric dan Mateo Kovacic dengan kemunculan Petar Sucic. Roberto Martinez dan Zlatko Dalic sama-sama menekankan disiplin serta kontrol lini tengah sebagai inti laga.

Portugal datang setelah finis kedua di Grup K, sementara Kroasia tahu bahwa kesalahan dalam penguasaan bola bisa berakibat mahal melawan lawan yang sangat rapi secara teknis. Bagi editor dan pembaca, pertanyaan utamanya adalah apakah laga ini akan menjadi kisah perpisahan bagi satu legenda, atau panggung bagi gelombang pemain berikutnya di sekeliling mereka.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Kemenangan keras USMNT 2-0 menunjukkan sisi lain jelang ujian melawan Belgia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Manchester City sepakat dengan Elliot Anderson dari Nottingham Forest
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Ujian Azteca untuk Inggris: mengapa Merson menilai duel dengan Meksiko benar-benar seimbang
    Redaksi1 mnt
    Berita
    AS lolos ke 16 besar setelah menang dengan 10 pemain atas Bosnia dan Herzegovina
    Redaksi1 mnt
    Modric dan Ronaldo hadapi kemungkinan perpisahan di Piala Dunia | ScoreGale