LANGSUNGSuper LeagueQingdao Youth Island 00 SHANGHAI SIPG83'LANGSUNGSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang Long89'LANGSUNGSuper LeagueDalian Zhixing 12 Wuhan Three Towns51'LANGSUNGSuper LeagueBeijing Guoan 00 Shandong Luneng57'LANGSUNGSuper LeagueTianjin Teda 10 Sichuan Jiuniu45+6'World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupColombia 10 GhanaFTLANGSUNGSuper LeagueQingdao Youth Island 00 SHANGHAI SIPG83'LANGSUNGSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang Long89'LANGSUNGSuper LeagueDalian Zhixing 12 Wuhan Three Towns51'LANGSUNGSuper LeagueBeijing Guoan 00 Shandong Luneng57'LANGSUNGSuper LeagueTianjin Teda 10 Sichuan Jiuniu45+6'World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupColombia 10 GhanaFT
Kembali ke berita
esports

Croissant ‘berambut’ dari kafe Thailand jadi momen kuliner viral yang bikin kaget

Sai Waan Break House di Pattaya, Thailand, menarik perhatian warganet berkat Mor Aoi Croissant, sebuah pastry dengan nama yang provokatif, topping mirip rambut, dan resep yang dirahasiakan.

Croissant ‘berambut’ dari kafe Thailand jadi momen kuliner viral yang bikin kaget
Kredit gambar: dexerto.com

Sebuah kafe di Pattaya menjadi viral lewat Mor Aoi Croissant, pastry yang nama slang Thai-nya dilaporkan secara longgar merujuk pada rambut kemaluan. Menu ini dijual oleh Sai Waan Break House dan kini ramai didatangi food vlogger serta kreator media sosial.

Kafe ini dijalankan oleh seorang chef pastry terlatih yang juga mengajar baking dan memberi konsultasi untuk kafe-kafe lain di kawasan Pattaya. Meski resepnya tidak dibuka, topping gelap menyerupai helai rambut di atas krim diyakini banyak orang sebagai rumput laut hitam yang diserut halus, walau klaim itu belum terkonfirmasi.

Daya tariknya tampak berasal dari perpaduan baking yang rapi, kejutan visual, dan nama yang memang dirancang untuk membuat orang berhenti menggulir layar. Dengan harga sekitar 65-70 THB, atau kira-kira $2, croissant ini cukup terjangkau bagi pengunjung yang penasaran untuk mencobanya sebagai novelti viral, bukan sebagai hidangan mewah.

Bagi editor, kisah ini bukan hanya tentang pastry itu sendiri, tetapi juga tentang bagaimana branding makanan yang tidak biasa menyebar di platform para kreator. Terjemahan slang dan spekulasi soal bahan sebaiknya diperlakukan hati-hati sampai ada verifikasi dari sumber berbahasa Thai atau langsung dari kafe.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Skibidi Rizz meraih kemenangan kedua dalam kariernya di Thistledown
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Sengketa cake pop di TikTok berujung pada permintaan maaf, dampak ke merek, dan kekhawatiran soal perundungan
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Investasi $35 juta Sony menandakan era cakram PlayStation mulai berakhir
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Mainan Yum Yum Yoshi menarik perhatian karena fitur lidah yang memanjang
    Redaksi1 mnt
    Croissant ‘berambut’ di Pattaya jadi viral | ScoreGale