Tantangan Piala Dunia berikutnya bagi Norwegia adalah menghadapi Brasil setelah tim asuhan Ståle Solbakken mengalahkan Côte d’Ivoire di babak 32 besar, hasil yang oleh sumber digambarkan sebagai kemenangan sistem gugur pertama negara itu di turnamen besar. Laga ini membangkitkan kembali kenangan atas kemenangan terkenal Norwegia 2-1 melawan Brasil di Piala Dunia 1998.
Kemenangan 1998 itu tetap menjadi momen penentu dalam budaya sepak bola Norwegia, tetapi perjalanan mereka langsung berakhir setelahnya dengan kekalahan 1-0 dari Italia. Sumber menempatkan laju saat ini sebagai sesuatu yang berbeda karena Norwegia kini telah melampaui batas turnamen yang dulu membatasi tim Norwegia era 1990-an yang sangat dihormati.
Terobosan ini dibangun di atas para pemimpin berprofil tinggi seperti Erling Haaland dan Martin Ødegaard, tetapi artikel itu juga menyoroti kontribusi seluruh skuad. Patrick Berg disebut tampil menonjol di lini tengah, Ørjan Nyland membuat penyelamatan krusial di akhir laga, dan Antonio Nusa mencetak gol yang mencuri perhatian saat melawan Côte d’Ivoire.
Bagi Solbakken, yang pernah bermain dalam kekalahan Norwegia dari Italia di babak 16 besar pada 1998, momen ini memiliki bobot pribadi sekaligus nasional. Laga berikutnya melawan Brasil memberi Norwegia kesempatan untuk mengukur generasi ini bukan hanya terhadap lawan elite, tetapi juga terhadap memori sepak bola paling kuat dalam sejarah negara itu.


Diskusi
Masuk untuk bergabung dalam diskusi.
Masuk / Daftar