World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00Super LeagueYunnan Yukun 21 Henan JianyeFTWorld CupSwitzerland 20 AlgeriaFTWorld CupPortugal 21 CroatiaFTWorld CupSpain 30 AustriaFTWorld CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFTWorld CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00Super LeagueYunnan Yukun 21 Henan JianyeFTWorld CupSwitzerland 20 AlgeriaFTWorld CupPortugal 21 CroatiaFTWorld CupSpain 30 AustriaFTWorld CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Pertemuan ulang Norwegia dengan Brasil datang setelah terobosan Piala Dunia yang bersejarah

Norwegia mencapai tonggak baru dengan memenangi laga sistem gugur di turnamen besar, lalu bersiap menghadapi Brasil di Piala Dunia dalam duel yang mengingatkan pada 1998.

Pertemuan ulang Norwegia dengan Brasil datang setelah terobosan Piala Dunia yang bersejarah
Kredit gambar: theguardian.com

Tantangan Piala Dunia berikutnya bagi Norwegia adalah menghadapi Brasil setelah tim asuhan Ståle Solbakken mengalahkan Côte d’Ivoire di babak 32 besar, hasil yang oleh sumber digambarkan sebagai kemenangan sistem gugur pertama negara itu di turnamen besar. Laga ini membangkitkan kembali kenangan atas kemenangan terkenal Norwegia 2-1 melawan Brasil di Piala Dunia 1998.

Kemenangan 1998 itu tetap menjadi momen penentu dalam budaya sepak bola Norwegia, tetapi perjalanan mereka langsung berakhir setelahnya dengan kekalahan 1-0 dari Italia. Sumber menempatkan laju saat ini sebagai sesuatu yang berbeda karena Norwegia kini telah melampaui batas turnamen yang dulu membatasi tim Norwegia era 1990-an yang sangat dihormati.

Terobosan ini dibangun di atas para pemimpin berprofil tinggi seperti Erling Haaland dan Martin Ødegaard, tetapi artikel itu juga menyoroti kontribusi seluruh skuad. Patrick Berg disebut tampil menonjol di lini tengah, Ørjan Nyland membuat penyelamatan krusial di akhir laga, dan Antonio Nusa mencetak gol yang mencuri perhatian saat melawan Côte d’Ivoire.

Bagi Solbakken, yang pernah bermain dalam kekalahan Norwegia dari Italia di babak 16 besar pada 1998, momen ini memiliki bobot pribadi sekaligus nasional. Laga berikutnya melawan Brasil memberi Norwegia kesempatan untuk mengukur generasi ini bukan hanya terhadap lawan elite, tetapi juga terhadap memori sepak bola paling kuat dalam sejarah negara itu.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Kroasia gagal mendapat gol penyama di menit akhir setelah keputusan offside VAR melawan Portugal
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Dua gol Kane antarkan Inggris ke duel 16 besar melawan Meksiko
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Belgia selamat dari ancaman Senegal lewat penalti telat Tielemans
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Kebangkitan Inggris menutupi pertanyaan defensif jelang ujian melawan Meksiko
    Redaksi1 mnt
    Norwegia bertemu Brasil setelah terobosan Piala Dunia | ScoreGale