World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00Super LeagueYunnan Yukun 21 Henan JianyeFTWorld CupSwitzerland 20 AlgeriaFTWorld CupPortugal 21 CroatiaFTWorld CupSpain 30 AustriaFTWorld CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFTWorld CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00Super LeagueYunnan Yukun 21 Henan JianyeFTWorld CupSwitzerland 20 AlgeriaFTWorld CupPortugal 21 CroatiaFTWorld CupSpain 30 AustriaFTWorld CupUSA 20 Bosnia & HerzegovinaFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Riyad Mahrez mengakhiri karier bersama Algeria setelah tersingkir di Piala Dunia

Riyad Mahrez pensiun dari sepak bola internasional setelah Algeria kalah 2-0 dari Switzerland pada babak 32 besar Piala Dunia, menutup karier 12 tahun bersama tim nasional dengan 120 penampilan dan 40 gol.

Riyad Mahrez mengakhiri karier bersama Algeria setelah tersingkir di Piala Dunia
Kredit gambar: bbc.co.uk

Riyad Mahrez telah mengonfirmasi pensiun dari tugas bersama Algeria setelah timnya kalah 2-0 dari Switzerland pada babak 32 besar Piala Dunia. Pemain berusia 35 tahun itu meninggalkan tim nasional dengan catatan 120 penampilan dan 40 gol.

Mahrez mengisyaratkan seusai laga di Vancouver bahwa kekalahan itu bukan hanya menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia, tetapi juga pertandingan terakhirnya untuk Algeria. Ia menggambarkan hasil tersebut sebagai kesempatan yang terlewat, dengan Algeria dihukum karena melakukan kesalahan pada momen penentu.

Catatan internasionalnya menempatkan Mahrez di antara sosok penting dalam sejarah sepak bola Algeria. Ia mengakhiri karier sebagai pemain dengan caps terbanyak kedua, di bawah rekan setimnya Aissa Mandi, serta pencetak gol terbanyak kedua di belakang Islam Slimani. Perannya sebagai kapten saat Algeria menjuarai Piala Afrika 2019 tetap menjadi bagian besar dari warisannya.

Bahkan di turnamen terakhirnya, Mahrez masih menjadi pusat serangan Algeria dengan dua gol melawan Austria dan satu assist melawan Jordan. Kepergiannya kini memunculkan pertanyaan besar bagi Algeria: seberapa cepat generasi berikutnya bisa menggantikan produktivitas sekaligus kepemimpinannya?

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Kroasia gagal mendapat gol penyama di menit akhir setelah keputusan offside VAR melawan Portugal
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Dua gol Kane antarkan Inggris ke duel 16 besar melawan Meksiko
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Belgia selamat dari ancaman Senegal lewat penalti telat Tielemans
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Kebangkitan Inggris menutupi pertanyaan defensif jelang ujian melawan Meksiko
    Redaksi1 mnt
    Riyad Mahrez mengakhiri karier bersama Algeria setelah tersingkir di Piala Dunia | ScoreGale