LANGSUNGWorld CupEngland 01 Congo DR45+6'World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico 20 EcuadorFTWorld CupFrance 30 SwedenFTLANGSUNGWorld CupEngland 01 Congo DR45+6'World CupBelgium -- Senegal20:00World CupUSA -- Bosnia & Herzegovina00:00World CupSpain -- Austria19:00World CupPortugal -- Croatia23:00World CupSwitzerland -- Algeria03:00World CupAustralia -- Egypt18:00World CupArgentina -- Cape Verde Islands22:00World CupColombia -- Ghana01:30World CupCanada -- Morocco17:00World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico 20 EcuadorFTWorld CupFrance 30 SwedenFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Uji coba USMNT kontra Bosnia bisa ditentukan disiplin saat bola mati

Amerika Serikat masuk ke laga babak 32 besar Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina sebagai tim favorit, tetapi produktivitas bola mati Bosnia dan pendekatan bertahan yang fisik membuat duel ini jauh lebih rumit daripada yang terlihat dari peringkat.

Uji coba USMNT kontra Bosnia bisa ditentukan disiplin saat bola mati
Kredit gambar: espn.com

Tim nasional putra Amerika Serikat difavoritkan saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia di Levi’s Stadium, tetapi ancaman utamanya sudah jelas: Bosnia banyak merusak lawan lewat bola mati dan akan berusaha mengubah pertandingan berpenguasaan bola rendah menjadi adu fisik.

Bosnia mencapai fase gugur sebagai tim peringkat ketiga terbaik di posisi kelima dan berada di peringkat 61 FIFA, menurut pratinjau sumber. Di bawah Sergej Barbarez, skuad ini menjadi lebih muda dan lebih banyak diisi pemain diaspora, dengan nama-nama seperti Kerim Alajbegovic, Esmir Bajraktarevic, dan Ermin Mahmic yang memberi ancaman dari sisi lapangan serta kecepatan saat transisi, sementara kapten senior Edin Dzeko tetap menjadi ancaman di kotak penalti.

Gambaran statistiknya menunjukkan tim yang mungkin tidak ingin memegang bola terlalu lama. Data Bosnia dalam sumber mencantumkan penguasaan bola 43,7%, total xG yang rendah, dan jumlah pelanggaran yang tinggi, tetapi juga tiga gol dari situasi bola mati dibanding satu dari permainan terbuka. Kombinasi itu membuat Amerika Serikat harus lebih sabar: hindari hadiah bola mati yang murah, menangkan kontak pertama di area berbahaya, dan tetap menjaga kendali bila gol cepat tidak datang.

Bagi Amerika Serikat, kemenangan atas Paraguay dan Australia sebelumnya bisa menjadi acuan menghadapi lawan yang rapat: menekan dengan agresif, mencetak gol cepat bila memungkinkan, dan mencegah serangan balik sebelum berkembang. Kembalinya Christian Pulisic dari cedera betis disebut sebagai dorongan besar untuk lini serang, sementara Tyler Adams, Weston McKennie, dan Malik Tillman diposisikan sebagai kunci untuk menguasai situasi saat bola hilang dan membatasi ancaman pemain sayap muda Bosnia.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Perdebatan susunan pemain Inggris berfokus pada Rice, peran sayap, dan bek kanan
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Inggris memasuki ujian fase gugur saat pilihan Tuchel jadi sorotan
    Redaksi2 mnt
    Berita
    Messi dan Jairzinho berbagi rekor nyaris merebut Sepatu Emas Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Menjelang England vs DR Congo: detail utama pertandingan masih perlu dikonfirmasi
    Redaksi1 mnt
    Uji USMNT vs Bosnia: Disiplin bola mati jadi penentu | ScoreGale