Babak gugur Piala Dunia 2026 akan diikuti 32 tim, dan Argentina dipaparkan sebagai salah satu kandidat terkuat pada awal turnamen setelah memuncaki Grup J dengan dua kemenangan dari dua laga. Analisis ESPN juga menyoroti Australia, Belgia, serta Bosnia & Herzegovina sebagai contoh bagaimana gaya bermain yang berbeda dapat membentuk babak 32 besar.
Kasus Argentina bertumpu pada produktivitas Lionel Messi dan pertahanan yang, saat laporan ini dibuat, belum kebobolan satu gol pun atau satu peluang tembakan senilai 0,15 expected goals. Laga yang diproyeksikan melawan Cape Verde di babak 32 besar masih bergantung pada klasemen saat ini, jadi editor perlu memperlakukannya sebagai kemungkinan sementara, bukan kepastian.
Profil Australia hampir kebalikannya: Socceroos sulit ditembus, hanya kebobolan dua gol dalam tiga laga fase grup, tetapi output serangan mereka sendiri terbatas. Prospek Belgia sangat terkait dengan kemampuan Jérémy Doku untuk mengubah jalannya pertandingan, sementara Bosnia & Herzegovina menawarkan tantangan yang lebih fisik dan kuat dalam bola mati, bertumpu pada keunggulan tinggi badan dan duel udara.
Kesimpulan besarnya adalah format yang diperluas memberi fase gugur lebih banyak variasi taktik, tetapi juga lebih banyak ketidakpastian. Proyeksi, persentase gelar Opta, dan klasemen terkini bisa berubah cepat, jadi ini sebaiknya dibingkai sebagai potret sesaat dari peta turnamen, bukan ramalan bagan yang sudah final.


Diskusi
Masuk untuk bergabung dalam diskusi.
Masuk / Daftar