World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTWorld CupColombia 10 GhanaFTWorld CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTWorld CupColombia 10 GhanaFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Ancelotti bertumpu pada pengalaman saat Brazil bersiap menghadapi ujian Norwegia

Carlo Ancelotti menanggapi kritik di Brazil dengan menyoroti rekam jejak kepelatihannya yang panjang, sambil mengalihkan fokus ke Norwegia, Haaland, dan kebugaran Neymar menjelang babak 16 besar.

Ancelotti bertumpu pada pengalaman saat Brazil bersiap menghadapi ujian Norwegia
Kredit gambar: espn.com

Carlo Ancelotti membela kapasitasnya sebagai pelatih Brazil, dengan mengatakan bahwa hanya Sir Alex Ferguson yang telah menyiapkan diri untuk lebih banyak pertandingan daripada dirinya. Tanggapan itu muncul setelah Brazil bangkit dari ketertinggalan 1-0 melawan Jepang untuk melaju ke laga babak 16 besar Piala Dunia melawan Norwegia.

Kebangkitan Brazil ditopang oleh gol penyeimbang Casemiro di babak kedua dan gol kemenangan Gabriel Martinelli pada masa tambahan waktu, hasil yang membuat Ancelotti tetap mendapat pujian meski ada keraguan di media sosial terkait pekerjaan perdananya di level tim nasional. Pelatih itu menekankan lebih dari 1.400 pertandingan persiapan sebagai bukti pengalamannya, sambil mengakui bahwa pengalaman tidak membuatnya tak pernah salah.

Tantangan berikutnya adalah Norwegia. Ancelotti menggambarkan lawan Brazil itu sebagai tim yang fisik, rapat secara defensif, dan berbahaya dalam situasi bola mati, dengan Erling Haaland sebagai ancaman utama. Meski begitu, ia memberi sinyal bahwa Brazil tidak akan menugaskan satu pemain khusus untuk mengawal Haaland, dan melihat tugas bertahan sebagai tanggung jawab bersama.

Peran Neymar juga tetap menjadi sorotan penting. Menurut Ancelotti, penyerang itu kini cukup fit untuk bermain penuh selama 90 menit jika diperlukan, meski ia belum puas dengan menit bermainnya sejauh ini. Endrick dan Douglas Santos juga mendukung pengaruh sang pelatih, memujinya karena membawa persatuan, ketenangan, dan kepercayaan diri ke dalam skuad.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Ancaman Meksiko terhadap Inggris jauh melampaui ketinggian
    Redaksi2 mnt
    Berita
    Ujian Azteca untuk Inggris menyoroti masalah bek kanan Tuchel
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Carragher mempertanyakan rencana Tuchel di bek kanan sebelum Inggris menghadapi Meksiko
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Kanada menekan Maroko dalam babak pertama yang kurang nyaman pada laga 16 besar Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Ancelotti bertumpu pada pengalaman saat Brazil hadapi Norwegia | ScoreGale