World CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTWorld CupColombia 10 GhanaFTWorld CupParaguay -- France21:00World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTWorld CupColombia 10 GhanaFT
Kembali ke berita
Sepak Bola

Ancaman Meksiko terhadap Inggris jauh melampaui ketinggian

Laga babak 16 besar Piala Dunia antara Inggris dan Meksiko jelas membawa tantangan lingkungan di Mexico City, tetapi tuan rumah bersama itu juga menghadirkan ancaman taktis melalui Julian Quinones, Roberto Alvarado, Raul Jimenez, dan pertahanan yang disiplin.

Ancaman Meksiko terhadap Inggris jauh melampaui ketinggian
Kredit gambar: skysports.com

Ujian Inggris di babak 16 besar melawan Meksiko bukan hanya soal beradaptasi dengan ketinggian 2.240 meter di Stadion Azteca. Meksiko datang dengan performa bagus, kecepatan menyerang, dan pertahanan yang sejauh ini sangat sulit ditembus di turnamen ini.

Julian Quinones tampak menjadi ancaman utama dari sisi kiri Meksiko. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak mereka di Piala Dunia ini dengan tiga gol, dan Meksiko berulang kali mencoba memanfaatkan kecepatannya, akselerasi langsung, serta kebiasaannya mencari peluang tembak sebagai jalan menuju area berbahaya.

Di belakang dan di sekelilingnya, ada variasi serangan lain. Gilberto Mora, yang masih berusia 17 tahun, tampil sejak awal dalam kemenangan fase gugur atas Ekuador dan aktif dalam urusan tembakan maupun menciptakan peluang, sementara Roberto Alvarado menjadi pengirim umpan kunci dengan tiga assist. Raul Jimenez tetap menjadi titik referensi utama di kotak penalti, terutama dalam duel udara.

Catatan defensif Meksiko juga menjadi bagian besar dari cerita ini. Raul Rangel sudah mengambil alih peran kiper utama, dan tim ini hanya kebobolan enam tembakan tepat sasaran dalam empat pertandingan, didukung pressing agresif dan transisi cepat setelah merebut bola.

Konteks yang lebih luas juga menambah tekanan bagi Inggris: kemenangan Meksiko atas Ekuador mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih kemenangan di fase gugur Piala Dunia, skuad mereka dilaporkan sepenuhnya fit, dan tuan rumah bersama itu memiliki rekor kompetitif yang kuat di Azteca. Ketinggian mungkin mendominasi pembahasan, tetapi tugas terbesar Inggris bisa jadi adalah mengendalikan ritme, lebar serangan, dan kepercayaan diri Meksiko.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Ancelotti bertumpu pada pengalaman saat Brazil bersiap menghadapi ujian Norwegia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Ujian Azteca untuk Inggris menyoroti masalah bek kanan Tuchel
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Carragher mempertanyakan rencana Tuchel di bek kanan sebelum Inggris menghadapi Meksiko
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Kanada menekan Maroko dalam babak pertama yang kurang nyaman pada laga 16 besar Piala Dunia
    Redaksi1 mnt
    Ancaman Meksiko terhadap Inggris jauh melampaui ketinggian | ScoreGale