LANGSUNGSuper LeagueQingdao Jonoon 00 Chengdu Better City30'World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupParaguay 01 FranceFTWorld CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFTLANGSUNGSuper LeagueQingdao Jonoon 00 Chengdu Better City30'World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupParaguay 01 FranceFTWorld CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueShenyang Urban 31 Chongqing Tongliang LongFTSuper LeagueQingdao Youth Island 21 SHANGHAI SIPGFT
Kembali ke berita
esports

Sistem “hujan di atap” China yang viral memicu pertanyaan soal pendinginan kota

Sistem kabut dari atap di Yuncheng, Shanxi, sedang ramai dibahas secara daring sebagai kemungkinan metode pendinginan perkotaan saat gelombang panas musim panas yang ekstrem, tetapi dampak penurunan suhunya masih perlu diverifikasi secara independen.

Sistem “hujan di atap” China yang viral memicu pertanyaan soal pendinginan kota
Kredit gambar: dexerto.com

Sebuah kawasan hunian di Yuncheng, Shanxi, dilaporkan menggunakan peralatan penyemprot kabut dari atap untuk mendinginkan udara di sekitarnya saat cuaca sangat panas. Pendekatan yang disebut “hujan di atap” ini mengandalkan semprotan air halus dari gedung-gedung tinggi, bukan sekadar mengandalkan pendingin udara konvensional.

Sistem ini dikatakan bekerja melalui pendinginan evaporatif: tetesan air berukuran sangat kecil menyerap panas saat menguap, sehingga menurunkan suhu udara atau permukaan di sekitarnya. Sumber menyebut klaim penurunan suhu 5–8°C dalam hitungan menit, tetapi angka itu tidak disertai metodologi publik, studi, atau data pengukuran mentah di dalam artikel.

Gagasan ini menyebar di media sosial karena terlihat sederhana dan sangat mencolok secara visual, terutama ketika kota-kota di wilayah lain menghadapi gelombang panas musim panas. Namun, sistem ini mungkin hanya berfungsi dengan baik pada kondisi tertentu yang panas dan cukup kering; jika kabut tidak cepat menguap, air justru bisa jatuh ke orang-orang dan jalan di bawahnya.

Bagi editor, cerita ini paling tepat diperlakukan sebagai topik desain perkotaan yang masih berkembang, bukan solusi skala besar yang sudah terbukti. Peliputan lanjutan sebaiknya memverifikasi detail penerapan lokal, penggunaan air, aspek keselamatan, biaya perawatan, dan apakah efek pendinginan yang diukur dapat diulang di luar satu komunitas.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Rekaman body cam polisi menambah konteks soal penangkapan JiDion di Michigan
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Klaim malware pemain menyorot XSE Pro League
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Panduan kode The Mimic Juli 2026 perlu verifikasi sebelum dipakai
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Jon Prosser membantah tuduhan konspirasi rahasia dagang Apple dalam kasus kebocoran iOS 26
    Redaksi1 mnt