World CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupFrance -- Morocco20:00Super LeagueShanghai Shenhua 32 Hangzhou GreentownFTSuper LeagueQingdao Jonoon 11 Chengdu Better CityFTWorld CupParaguay 01 FranceFTWorld CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFTWorld CupBrazil -- Norway20:00World CupMexico -- England00:00World CupPortugal -- Spain19:00World CupUSA -- Belgium00:00World CupArgentina -- Egypt16:00World CupSwitzerland -- Colombia20:00World CupFrance -- Morocco20:00Super LeagueShanghai Shenhua 32 Hangzhou GreentownFTSuper LeagueQingdao Jonoon 11 Chengdu Better CityFTWorld CupParaguay 01 FranceFTWorld CupCanada 03 MoroccoFTSuper LeagueTianjin Teda 30 Sichuan JiuniuFTSuper LeagueBeijing Guoan 20 Shandong LunengFTSuper LeagueDalian Zhixing 32 Wuhan Three TownsFT
Kembali ke berita
Rugby

Kedalaman fly-half Skotlandia memberi Townsend dilema pemilihan lawan Afrika Selatan

Tom Jordan dan Fergus Burke tampil mengesankan saat Skotlandia menang 47-38 atas Argentina ketika Finn Russell sedang bermasalah dengan betis, sehingga memunculkan pertanyaan taktik menjelang lawatan ke Afrika Selatan.

Kedalaman fly-half Skotlandia memberi Townsend dilema pemilihan lawan Afrika Selatan
Kredit gambar: bbc.co.uk

Skotlandia mengalahkan Argentina 47-38 di Cordoba tanpa Finn Russell turun sebagai starter, sementara Tom Jordan dan Fergus Burke sama-sama mengajukan alasan kuat untuk mengisi posisi fly-half. Hasil itu membuat Gregor Townsend menghadapi keputusan pemilihan yang nyata sebelum menghadapi Afrika Selatan.

Jordan memulai laga di nomor 10 dan Burke kemudian masuk dari bangku cadangan, dengan keduanya sama-sama mengeksekusi tiga conversion. Kontrol dan variasi permainan mereka disorot oleh mantan kapten Skotlandia Lisa Martin, yang melihat tanda bahwa tim ini dapat tampil efektif tanpa hanya bergantung pada permainan Russell yang lebih mengandalkan insting.

Namun itu tidak membuat Russell menjadi sosok pinggiran. Ia tetap menjadi salah satu kreator utama Skotlandia, dengan 505 poin dalam 94 penampilan, tetapi masalah betisnya dan keberhasilan Skotlandia di Argentina membuka pintu bagi pendekatan taktis yang berbeda. Mantan pemain internasional Peter Wright menyarankan Jordan tetap menjadi starter, dengan Russell digunakan lebih belakangan jika fit.

Laga melawan Afrika Selatan membuat perdebatan ini semakin berbobot. Skotlandia sebelumnya pernah kesulitan mencari jawaban ketika Springboks membatasi pengaruh Russell, termasuk pada Piala Dunia 2023, dan Russell juga mencetak seluruh poin Skotlandia dalam kekalahan 32-15 di Murrayfield pada November 2024.

Townsend juga bisa mengambil semangat dari cara Skotlandia menghadapi perubahan momentum di Argentina, di mana tujuh pemain berbeda mencetak try. Melawan juara dunia, pertanyaan utamanya mungkin bukan apakah Russell bermain, melainkan bagaimana Skotlandia menyeimbangkan ancamannya dengan opsi serangan yang lebih luas yang terlihat di Cordoba.

Sumber & hak cipta

Artikel ini tidak menyalin sumber mana pun secara utuh. Disusun dari fakta publik dan kerja redaksi; tautan asli milik penulisnya.

Sumber publik

Artikel ini mungkin menggunakan AI untuk ringkasan, terjemahan, atau bantuan SEO, dan ditinjau oleh editor sebelum diterbitkan.

Diskusi

    Bacaan terkait

    Berita
    Nations Championship dimulai saat Ireland, Wales, Jepang, dan Scotland menang di laga pembuka
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Kembalinya Keenan yang menentukan membantu Irlandia menang tipis atas Australia
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Furbank absen saat Inggris menyesuaikan diri jelang laga pembuka melawan Springboks
    Redaksi1 mnt
    Berita
    Irlandia mengalahkan Australia 33-31 setelah penalti akhir di Sydney meleset
    Redaksi1 mnt
    Kedalaman fly-half Skotlandia memberi Townsend dilema pemilihan lawan Afrika Selatan | ScoreGale